Warga Desa yang Sedang Tidur Diserbu Kelompok Bersenjata, 24 Tewas di Nigeria

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, PLATEAU—Sedikitnya 24 orang tewas setelah kelompok bersenjata menyerang komunitas Bin-Per di Negara Bagian Plateau, wilayah tengah-utara Nigeria.

Ini merupakan serangan mematikan terbaru yang melanda wilayah yang rawan kekerasan tersebut.

Menurut para penyintas, para penyerang menyerbu komunitas di Distrik Kombun, Wilayah Pemerintah Daerah Mangu, pada Senin malam hingga Selasa dini hari, bergerak dari satu rumah ke rumah lain sembari menyerang warga.

Bulus Dabit, ketua Asosiasi Pembangunan Mangu (Mangu Development Association), mengatakan bahwa para penyerang memasuki wilayah komunitas tersebut sekitar tengah malam saat warga sedang tidur.

“Kami sedang tidur ketika mendengar orang-orang di lingkungan kami berteriak,” ujar Mathew Joseph, seorang warga, kepada Anadolu.

“Saya melihat orang-orang bersenjata mendekati rumah saya sebelum saya berhasil melarikan diri,” lanjutnya.

Matthew Sylvester Kwarpo, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Plateau yang mewakili Daerah Pemilihan Mangu Selatan, mengatakan bahwa serangan tersebut juga mengakibatkan terbakarnya 38 rumah serta rusaknya lahan pertanian, cadangan biji-bijian, dan barang-barang berharga lainnya.

Ia mendesak aparat keamanan untuk memperkuat pengumpulan intelijen dan pengawasan, serta memastikan pengerahan personel secara cepat ke komunitas-komunitas yang rentan.

Ia juga menyerukan pemberian bantuan darurat—termasuk makanan, tempat tinggal, dan dukungan medis—bagi warga yang terdampak.

Gubernur Negara Bagian Plateau, Caleb Mutfwang, mengutuk serangan tersebut dan memerintahkan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan serta patroli di Bin-Per dan komunitas rentan lainnya di Mangu.

Gubernur mengimbau warga untuk tetap tenang dan menghindari serangan balasan, sembari meminta mereka memberikan informasi kepada aparat keamanan yang dapat membantu mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.

Juru bicara Komando Kepolisian Plateau, Alfred Alabo, membenarkan adanya serangan tersebut dan menyatakan bahwa Komisaris Polisi Faniyan Ayodeji beserta timnya telah meninjau situasi di lokasi kejadian.

Kekerasan terbaru ini menyusul serangkaian serangan mematikan di Plateau, di mana perselisihan berkepanjangan antara komunitas petani dan penggembala ternak kerap kali memicu kekerasan komunal.

Plateau kembali mengalami peningkatan kekerasan mematikan pada tahun ini. Menurut pihak kepolisian, setidaknya 20 orang tewas dalam serangan terhadap komunitas Kawel di Wilayah Pemerintah Daerah Bokkos pada bulan Juni.

Para penyerang terlibat baku tembak dengan aparat keamanan sebelum melarikan diri, dan pada awalnya tidak ada laporan mengenai penangkapan. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BCA Expo 2026 Siap Digelar di 7 Kota Besar, Bakal Umumkan Produk KPR Baru
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Bongkar Perdagangan Emas Ilegal, Polisi Sita Uang Nyaris 1 M Saat Gerebek Toko Emas di Riau
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Tak Hanya Bantuan Logistik, Korban Gempa NTT Dapat Trauma Healing di Pengungsian
• 22 jam laludisway.id
thumb
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Bahlil Klaim Elektabilitas Golkar Tembus 2 Digit, Targetkan Tambah Kursi di DPR
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.