tvOnenews.com - Mantan juara kelas welter UFC, Belal Muhammad, mempertanyakan gaya bertarung Ian Machado Garry saat menghadapi Islam Makhachev di UFC 330.
Menurutnya, Garry tampil terlalu pasif dan kehilangan agresivitas yang seharusnya muncul dalam pertarungan perebutan gelar.
Belal Muhammad bahkan sependapat dengan kritik Dana White yang menilai Garry tidak menunjukkan insting membunuh ketika menghadapi Makhachev.
- Reuters-Kyle Ross-Imagn Images
Ian Machado Garry gagal merebut sabuk kelas welter setelah kalah dari Makhachev (29-1 MMA, 18-1 UFC) dalam pertarungan utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia.
Pertarungan tersebut berlangsung ketat hingga ronde kelima. Namun, Belal Muhammad menilai Garry seharusnya lebih agresif, terutama karena memasuki ronde terakhir peluangnya untuk menang semakin tipis.
"Ada apa dengan berpelukan ini? Kau sudah tertinggal di ronde kelima. Kau harus memiliki insting membunuh," kata petarung berdarah Palestina itu dilansir dari kanal YouTube-nya.
"Kau harus memilikinya. Wajahnya tidak babak belur. Itu seperti pertarungan Adesanya vs. Gastelum di mana kau seperti, 'Ayo kita lakukan.' Kau kalah. Dari segi pola pikir, dia perlu mengubah pola pikirnya."
Menurut Belal, pola pikir Garry saat itu justru terlalu berfokus pada keberhasilannya menggagalkan beberapa percobaan takedown Makhachev.
"Pola pikirnya adalah kita tidak menyerah, kita bangkit dari beberapa percobaan takedown, itu adalah kemenangan baginya, dan dia harus mengubahnya. Dari segi reputasi, dia akan belajar dari itu. Dia akan menjadi lebih baik karenanya, tetapi permainan ini tidak kenal ampun," lanjutnya.
Muhammad juga memperingatkan Garry agar tidak menyia-nyiakan momentum dalam pertarungan berikutnya. Menurutnya, kesalahan kecil di level UFC bisa berakibat fatal.
"Kau akan melawan Morales selanjutnya. Kau akan terkena satu pukulan dan langsung KO. Tendangan kepala yang dilancarkan Islam padamu di ronde kedua, jika itu membuatmu KO, itu akan mengubah segalanya."
"Kau tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan. Kau tidak boleh menyia-nyiakan momen, dan aku merasa dia benar-benar menyia-nyiakan momen di sana."
Belal Muhammad kemudian mengungkapkan momen yang membuatnya semakin yakin Makhachev akan memenangkan pertarungan. Ia menilai posisi Makhachev pada ronde kelima sudah menjadi titik penentu.




