Trump Bantah Dialog dengan Iran, Selat Hormuz Makin Sepi dan Kapal Kena Proyektil

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Kapal-kapal kargo terlihat di laut dekat Selat Hormuz, dilihat dari garis pantai berbatu dekat Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: AP Photo/Fatima Shbair, File)

KAIRO, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington tidak memiliki rencana pembicaraan dengan Iran, sementara Teheran dan Oman masih berupaya mencapai kesepakatan untuk membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz. 

Di tengah tarik-menarik diplomasi tersebut, sebuah kapal dilaporkan terkena proyektil di jalur strategis itu dan aktivitas pelayaran tercatat turun tajam.

Baca Juga: Iran Capai Kesepakatan dengan Oman soal Selat Hormuz, Trump Ancam Serang Oman | SAPA MALAM

Trump pada Selasa (18/8/2026) menyatakan Selat Hormuz tetap "terbuka dan beroperasi".

Ia juga mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran masih berlaku dan seluruh ranjau laut di kawasan tersebut telah disingkirkan sehingga kapal lain dapat melintas.

Namun, data platform pelayaran Kpler menunjukkan kondisi lalu lintas masih jauh dari normal. 

Jumlah pelintasan terkonfirmasi di Selat Hormuz sepanjang pekan lalu turun 19,5 persen menjadi 95 transit. 

Bahkan pada Minggu, hanya tiga kapal yang tercatat melintas. Ketiga kapal tersebut menggunakan jalur yang ditetapkan Iran. 

Tidak ada pelintasan yang tercatat melalui rute yang berada di sisi Oman.

Trump Tolak Sebagian Kesepakatan Iran-Oman

Baca Juga: Korea Selatan Berharap Hubungan Trump-Kim Jong Un Buka Jalan Dialog

Pernyataan Trump muncul ketika Iran dan Oman disebut semakin dekat mencapai kesepakatan mengenai pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Namun, menurut sejumlah pejabat yang mengetahui posisi pemerintahan AS dan berbicara kepada Associated Press (AP) dengan syarat anonim, Washington keberatan terhadap sejumlah bagian dari rancangan kesepakatan tersebut.

Amerika Serikat antara lain menolak mekanisme pengelolaan bersama oleh Iran dan Oman terhadap jalur keluar selat. 

Washington juga keberatan dengan rencana pengumpulan biaya sukarela dari kapal yang melintas, meski dana tersebut nantinya digunakan untuk keamanan dan perlindungan lingkungan maritim.

Gedung Putih pada Selasa merujuk pada pernyataan Trump di Oval Office ketika dimintai tanggapan mengenai posisi AS terhadap kesepakatan tersebut dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Iran sendiri menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum tuntutan Teheran dipenuhi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi juga merespons unggahan Trump mengenai Selat Hormuz. Ia menyinggung peta yang dibagikan Trump yang menggambarkan kawasan tersebut sebagai wilayah Amerika Serikat.

"Sebagaimana Trump dengan tepat menulis nama Teluk Persia yang abadi, segera khayalannya mengenai Selat Hormuz akan dikoreksi, atau kami yang akan mengoreksi khayalan orang yang berkhayal ini," tulis Gharibabadi di X.

Baca Juga: Trump Kurangi Latihan Militer AS-Korea Selatan, Singgung Hubungan Baiknya dengan Kim Jong Un

Kapal Kena Proyektil di Selat Hormuz

Di tengah perbedaan posisi tersebut, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terkena proyektil tak dikenal di Selat Hormuz dekat wilayah Oman.

Proyektil tersebut merusak ruang mesin kapal dan menyebabkan satu awak menjadi korban.

Namun, UKMTO belum menjelaskan apakah korban tersebut meninggal dunia atau mengalami luka-luka.

Identitas kapal maupun jenis muatannya juga belum diungkap. Tidak ada laporan mengenai kerusakan lingkungan akibat insiden tersebut.

Penjaga Pantai Oman disebut membantu awak kapal, sementara pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan sumber serangan.

Belum ada pihak yang dinyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Ketegangan juga berkembang di jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Laut Merah.

Baca Juga: [FULL] Analisis Pakar soal Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Iran Siap Perluas Serangan

Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengeklaim telah meluncurkan drone untuk menyerang sebuah fasilitas pengolahan minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi.

Klaim tersebut disampaikan melalui kantor berita SABA yang dikelola Houthi. 

Hingga laporan AP diterbitkan, belum ada laporan mengenai kerusakan maupun konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi.

Serangan yang diklaim Houthi menambah tekanan terhadap jalur perdagangan energi alternatif. 

Kelompok tersebut sebelumnya telah meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi Saudi serta kapal-kapal yang terkait dengan kerajaan tersebut di Laut Merah.

Laut Merah sendiri menjadi salah satu jalur alternatif yang semakin penting ketika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terganggu.

Dengan demikian, risiko keamanan tidak hanya terkonsentrasi di Hormuz. 

Kapal yang mencoba menghindari jalur tersebut juga menghadapi ancaman di kawasan Bab el-Mandeb dan Laut Merah.

Baca Juga: Trump: Setelah Kalahkan Iran, Saya Akan Nyatakan Selat Hormuz jadi Wilayah AS

Mesir Lihat Peluang Dialog AS-Iran

Meski Presiden Trump mengatakan tidak ada pembicaraan yang direncanakan dengan Iran, upaya diplomasi melalui negara ketiga masih berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Mesir pada Selasa menyatakan kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz dapat membuka jalan bagi Washington dan Teheran untuk kembali berunding.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi.

Mesir berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi pintu menuju "kesepakatan komprehensif dan permanen" yang menjawab kekhawatiran kedua pihak sekaligus memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan.

Namun, tenggat 60 hari dalam kesepakatan sementara AS-Iran telah berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan permanen.

Washington dan Teheran juga masih berbeda pandangan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, blokade AS, serta mekanisme pengelolaan lalu lintas kapal.

Situasi tersebut membuat Selat Hormuz berada di persimpangan antara diplomasi dan eskalasi.  

Baca Juga: [FULL] Negosiasi Alot! Pengamat Timur Tengah Bicara Soal Iran-AS Saling Tekan di Selat Hormuz

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Associated Press

Tag
  • Donald Trump
  • Iran
  • Selat Hormuz
  • Oman
  • Houthi
  • Arab Saudi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Kota Parepare Gandeng Hidayatullah Perkuat Nilai Keagamaan ASN untuk Tingkatkan Pelayanan
• 4 jam laluharianfajar
thumb
42 Kampus Himapolindo Ajak Isi Kemerdekaan, Bukan Sekedar Retorika Merebut Kemerdekaan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Bom Ikan di Laut RI Meledak Setiap 62 Menit Sekali, Hancurkan Terumbu Karang
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polsek Asologaima Jayawijaya Diberondong Tembakan Gerombolan OTK
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
APBD Perubahan 2026 Tembus Rp. 7.7 T, Wali Kota Medan Fokuskan Terhadap 6 Prioritas Pembangunan Strategis
• 2 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.