Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencabut sementara pembatas antara jalur Transjakarta dengan lajur umum di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi imbas adanya proyek revitalisasi jalan dan trotoar.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan pencabutan pembatas jalan ini dilakukan secara bertahap mengikuti tahapan pekerjaan di lapangan. Pembatas jalan nantinya akan dikembalikan seperti semula setelah seluruh pekerjaan selesai.
“Penggeseran separator ini dilakukan sementara untuk memberikan ruang bagi pekerjaan sekaligus menyesuaikan pengaturan lalu lintas di lokasi. Pelaksanaannya bertahap dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar pergerakan kendaraan tetap dapat diatur dengan baik,” jelas Budi dalam keterangan yang diterima kumparan, Rabu (19/8).
Budi menjelaskan terdapat proyek pembangunan yang tengah berjalan di sisi utara dan selatan Jalan Gatot Subroto.
Di sisi utara, Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan pembangunan dan peningkatan trotoar beserta bangunan pelengkap, termasuk pekerjaan saluran.
Sementara di sisi selatan, dilakukan pekerjaan pemeliharaan jalan berupa pelapisan hotmix. Pada area pekerjaan juga terdapat penyesuaian badan jalan untuk kebutuhan pagar pengaman proyek.
Pekerjaan trotoar dan saluran di sisi utara berlangsung dalam tiga segmen. Segmen pertama berada dari Jalan Dukuh Patra hingga Jalan Rasamala Raya sepanjang sekitar 650 meter, yang dikerjakan pada 1 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
Kemudian segmen kedua dari Jalan Rasamala Raya hingga depan Graha Mustika sepanjang sekitar 200 meter, dijadwalkan pada 13 September hingga 31 Oktober 2026. Sedangkan segmen ketiga dari depan K-Link Tower hingga Jalan Dukuh Patra sepanjang sekitar 200 meter, berlangsung pada 4 Oktober hingga 14 November 2026.
Adapun pekerjaan pemeliharaan jalan di sisi selatan terbagi menjadi dua segmen dan dilaksanakan secara bertahap pada 8 Agustus hingga 12 September 2026.
Segmen pertama berada dari turunan flyover Pancoran hingga simpang Jalan Tendean atau Hotel Mercure. Segmen kedua berada dari flyover Sudirman atau Semanggi hingga pintu Tol Senayan.
Bus Transjakarta Berbagi JalurSelama pekerjaan berlangsung, bus Transjakarta akan berbagi lajur dengan kendaraan lainnya atau mix traffic di area yang terdampak rekayasa.
Pengaturan separator dan lajur akan disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan serta kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan. Selain itu, di sisi utara Halte Transjakarta Pancoran terdapat pekerjaan pelebaran jalan untuk mengoptimalkan konsistensi lajur.
“Karena pekerjaan dilakukan secara bertahap, pengaturan lalu lintas juga akan mengikuti perkembangan pekerjaan di setiap segmen. Kami mengimbau pengguna jalan untuk memperhatikan rambu dan arahan petugas serta menyesuaikan waktu perjalanan ketika melintas di Jalan Jenderal Gatot Subroto,” tutur Budi.





