Kabut Asap, 12 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Delay

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Banjarbaru: Kabut asap tebal kembali mengepung kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kondisi ini membuat sejumlah jadwal penerbangan mengalami gangguan. General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan kabut asap tebal telah menyebabkan penurunan jarak pandang (visibility) hingga kurang dari 400 meter.

"Jarak pandang menurun akibat kabut asap sehingga penerbangan pagi hari terpaksa ditunda," ungkap Stephanus, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ia menyebutkan, tercatat ada 12 penerbangan yang terdampak, terdiri atas delapan jadwal keberangkatan dan empat kedatangan. Penerbangan tersebut mengalami penundaan (delay) hingga tiga jam dan baru berangsur normal sekitar pukul 09.00 Wita. Adapun jadwal penerbangan yang mengalami delay di antaranya rute dari Banjarmasin menuju Surabaya, Jakarta, dan Semarang.

Baca Juga :

Penerbangan di Bandara Singkawang Dibatalkan Akibat Kabut Asap Tebal
Terganggunya jadwal penerbangan di Bandara Syamsudin Noor akibat kabut asap ini sudah terjadi untuk kesekian kalinya. Stephanus menambahkan, pihaknya telah mewajibkan pemakaian masker bagi petugas dan pekerja di kawasan bandara, serta turut membagikan masker kepada para penumpang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tebal tampak menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, seperti Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga sebagian wilayah Tanah Laut. Kabut asap ini dipicu oleh intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah dalam beberapa waktu terakhir.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Kota Banjarbaru menggelar salat minta hujan (istisqa) di halaman Markas Komando Brimob Polda Kalsel. Ibadah yang diikuti oleh ribuan warga ini diimami oleh Tuan Guru Mukri serta turut dihadiri oleh Kapolda Kalsel dan jajaran Forkopimda lainnya.


Masyarakat Kota Banjarbaru menggelar salat minta hujan (istisqa). (MI)

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Kalsel, Rudiono Herlambang, mengatakan saat ini pihaknya bersama Satgas Karhutla terus bersiaga selama 24 jam guna mengantisipasi makin meluasnya titik api di Kalsel.

"Petugas bersiaga 24 jam karena tingkat kerawanan kebakaran yang sangat tinggi," kata Rudy di sela-sela proses pemadaman karhutla di wilayah Pengayuan, Kota Banjarbaru, bersama Wamenko Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq, pada Selasa petang, 18 Agustus 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lanjut atau Wassalam, Dinasti Jokowi Akan Ditentukan di Pemilu 2029
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kejaksaan Negeri Luwu Pulihkan Kerugian Negara Rp1,4 Miliar dari Kasus Korupsi Strategis
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Tegang, Iran Tetap Tutup Selat Hormuz
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kemanusiaan Kapolri Listyo Sigit
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Jusuf Kalla Turun Tangan, PMI Siapkan Operasi 3 Bulan Tangani Gempa NTT
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.