Pemerintah Mulai Tender Proyek PLTS 100 GW Tahun Ini

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pemerintah akan segera melakukan proses tender untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan proyek yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini akan dimulai pada tahun ini.

“(Tahun ini) kita akan mulai masuk (pembangunan) tahap pertama 30 GW. Saya sudah bahas dengan Direktur Utama PLN, tendernya akan kami mulai sekarang,” kata Bahlil dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Rabu (19/8).

Bahlil menyebut proyek PLTS ini ditargetkan bisa rampung dalam beberapa tahun ke depan. Realisasi proyek ini selaras dengan rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025-2034. 

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa hingga 2035 pembangunan listrik di RI 75% berasal dari sumber energi baru terbarukan (EBT). Baik itu gas, surya, geothermal, air, dan lainnya.

“Bauran energi akan kami (tingkatkan), karena saat ini jumlah konsumsi lifting minyak mencapai 1,5-1,6 juta barel minyak per hari, sementara produksi domestik hanya berkisar 600-610 ribu barel per hari,” ujarnya.

Proyek PLTS 100 GW

Prabowo sebelumnya menyebut PLTS dinilai sangat cocok untuk menyediakan listrik di pulau-pulau terpencil. Ia menargetkan tiap desa bisa membangun 1 megawatt pembangkit tenaga surya. 

“Tahun ini kita akan membangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel,” kata Prabowo, saat berpidato dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menyebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto telah menghitung penghematan negara yang bisa didapat dari peralihan ke PLTS tersebut. Menurutnya, PLTS berkapasitas 100 GW akan menghemat biaya hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.  

“Tidak masuk akal jika pulau-pulau yang terpencil kita harus menunggu kapal membawa bbm solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien. Dengan PLTS kita juga bisa membangun kemandirian energi kita,” kata dia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Terjadi di NTT, Grafik Masih Fluktuatif
• 7 jam laludetik.com
thumb
Bea Cukai Gagalkan 32 Kasus Penyelundupan, Nilainya Tembus Rp846 M
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sindikat Pengantin Pesanan China Terbongkar, Dua Orang Jadi Tersangka
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Neftchi Socar Jadi Unggulan Utama dan Siap Bersaing di Women’s Series Bordeaux 2026
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Mensos Bilang Ahli Waris Korban Meninggal Gempa NTT Bakal Terima Santunan Rp15 Juta
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.