400 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Sekolah Rusak Berat Bakal Dibangun Kembali

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan ada 400 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu. Data tersebut masih terus diperbarui oleh pemerintah bersama pemerintah daerah.

"Per hari ini kami sudah menerima data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentunya, serta dari pemerintah daerah. Kurang lebih sekolah yang terdampak itu 400 sekolah, kurang lebih per hari ini," kata dia di DPR RI, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurutnya, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena pemerintah tengah melakukan pendataan dan mengklasifikasikan tingkat kerusakan bangunan sekolah. Kerusakan akan dikelompokkan menjadi rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

BACA JUGA:81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

"Ini masih terus berkembang karena kami meminta untuk diklasifikasikan: rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," ujarnya.

Ia menjelaskan dampak gempa juga tidak hanya dirasakan di wilayah NTT namun, disejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kabupaten Bima dan Kota Bima, turut mengalami dampak dari gempa tersebut.

"Gempa ini ternyata tidak hanya di Nusa Tenggara Timur, ada sebagian Nusa Tenggara Barat terutama di Kabupaten Bima, kemudian Kota Bima yang mengalami dampak dari terjadinya gempa NTT beberapa waktu yang lalu," jelasnya.

Selain memperbarui data kerusakan, pemerintah mulai menyiapkan langkah percepatan pemulihan fasilitas pendidikan.

BACA JUGA:Kemenhub Kirim 2 Excavator ke Palue via Kapal untuk Buka Akses Pascagempa NTT

Sekolah yang mengalami kerusakan berat akan menjadi salah satu prioritas untuk direvitalisasi atau dibangun kembali.

"Upaya yang dilakukan hari ini selain memutakhirkan data, tentu langkah-langkah cepat dalam rangka merevitalisasi bahkan membangun kembali bangunan-bangunan sekolah yang tergolong rusak berat itu terus dilakukan," ujarnya.Pemerintah juga tengah mendata dampak gempa terhadap sumber daya manusia di sektor pendidikan. Inventarisasi dilakukan terhadap guru, siswa, serta tenaga pendidik lainnya yang terdampak bencana.

"Di samping melihat bangunan sekolah, kami juga meminta untuk menginventarisir guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa. Sekarang sedang dihitung," ungkapnya.

Di sisi lain, DPR RI telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana untuk membantu penanganan dampak gempa. Satgas tersebut dipimpin langsung oleh pimpinan DPR dan telah melakukan peninjauan ke NTT serta menyalurkan bantuan.

BACA JUGA:Komisi X Apresiasi Pengangkatan Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah turun langsung untuk memberikan bantuan dan mendukung proses pemulihan pascabencana.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FULL! Sidang Praperadilan ke-4 Roy Suryo, Refly Harun Ungkap 7 Tuntutan di Sidang
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Jerman Desak Uni Eropa Pertimbangkan Sanksi untuk Ben-Gvir Menteri Keamanan Israel
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
3 Shio Diprediksi Beruntung Soal Cinta pada 19 Agustus 2026, Kerbau Menarik Perhatian
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Peringati HUT ke-81 RI, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lebih Peka terhadap Persoalan Sosial
• 10 jam laludisway.id
thumb
Festival Sepak Bola Rakyat Hadirkan Semangat Sepak Bola untuk Generasi Muda
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.