Temuan KNKT: KM Mutiara Sentosa II yang Terbakar Ternyata Tak Punya Sekoci

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono membeberkan temuan terkait insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Madura, Jawa Timur. Soerjanto mengungkap salah satu temuan terkait tak adanya sekoci di KMP Mutiara Sentosa II.

"Nah di sini berdasarkan Safety and Fire Control Plan di kapal ini harusnya terdapat dua sekoci penolong tapi memang kami menemukan dari interview dengan awak kapal, kami tidak menemukan adanya sekoci tersebut di atas kapal," kata Soerjanto saat pemaparan di Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Komisi V DPR Rapat dengan Menhub-Kabasarnas, Soroti Sejumlah Kecelakaan Kapal

Soerjanto mengatakan di kapal tersebut hanya terdapat 37 unit rakit penolong dan satu rescue boat. Dia memastikan lagi bahwa tidak ada sekoci di kapal tersebut.

"Rakit penolong 37 unit dengan total penumpang yang dapat ditampung sekitar 920. Rescue boat satu, terus kemudian tidak ada sekoci dan kapal ini dilengkapi dengan Marine Evacuation System atau tangga peluncur sebanyak empat unit," ucap dia.

Padahal, Soerjanto menegaskan ada aturan yang mengharuskan kapal-kapal memiliki sekoci. "Ada aturannya minimum 15% kanan kiri masing-masing 15% dari jumlah penumpang," imbuh dia.

Komisi V DPR Cecar Pihak KMP Mutiara Sentosa II

Ketua Komisi V DPR Lasarus lalu mencecar pemilik KMP Mutiara Sentosa II. Dia meminta pihak KMP memberikan penjelasan.

"Pak, saya langsung ke Bapak saja ini. Ini kan temuan dari KNKT tidak ada sekoci yang harusnya ada sekoci 30% di kiri, 30% di kanan. Bapak ada mik situ coba bapak jawab. Kenapa bapak tidak pasang sekoci di kapalnya? Jelaskan, Pak," ucap Lasarus.

Perwakilan kapal yang juga Direktur Operasi dan Komersial PT Atosim Lampung Pelayaran (PT ALP) Asep Suparman lalu buka suara. Ia justru membahas sertifikat kapal.

"Iya, jadi dasar kami mengoperasikan kapal adalah sertifikat, Pak. Jadi di kapal itu adalah SKP-nya, laik Laut dan SMC-nya, Safety Management Certificate laik laut. Itu saja dasarnya, Pak," ujar dia.

Lasarus lalu mencecar Asep lagi. Ia bertanya apakah Asep tahu aturan terkait sekoci wajib ada di kapal.

"Bapak sadar nggak kalau ada kewajiban ada sekoci di kiri di kanan tuh diatur? Bapak tidak tahu?" tanya Lasarus.

"Kami tidak tahu, Pak," jawab Asep singkat.

"Pak KNKT, tidak tahu, Pak. Tidak tahu di aturan kalau ada harus ada sekoci 30% di kiri 30% di kanan. Tidak tahu. 15% di kiri 15% di kanan. Tidak tahu? Dan itu tidak menjadi syarat selama ini, Pak ya? Tidak menjadi syarat untuk kelaikan kapal bapak berlayar?" cecar Lasarus lagi.

Baca juga: Kebakaran Kapal Berulang, Legislator Desak Evaluasi Aturan Izin Berlayar

Asep lalu mengatakan KMP Mutiara Sentosa II sudah beroperasi 12 tahun di Indonesia. Dia juga menekankan peralatan keselamatan lain juga sudah ada.

"Iya, tapi peralatan yang lain ada, Pak," sebut Asep.

Lasarus lalu geram mendengar jawaban Asep. Ia menekankan bahayanya tidak ada sekoci saat membawa 600 penumpang.

"Saya tidak tanya yang lain. Saya tanya sekoci. Saya tanya sekoci ini. Bapak bawa penumpang kan? Bisa bawa sampai 600 orang, Pak ya? Iya. Betul? Bapak kebayang nggak kalau 600 orang ini ada apa-apa tanpa sekoci yang bisa membantu life jacket yang ada, ini bisa membahayakan nyawa orang," tegas Lasarus.

"Tapi ndak apa-apa bapak kan tidak tahu. Dan tidak tahu dan sudah 11 tahun beroperasi. Kok bisa keluar izin kelaikan kapalnya Bapak punya? Ini Pak Menteri, kapal kita ribuan sih, Pak. Kalau nanya Pak Menteri ya kita pusing Pak Menteri jawabnya mana Pak Menteri tahu. Tapi inilah kondisi di bawah, Pak Menteri, yang harus kita perbaiki. Standar keselamatan. Tadi Pak Menteri sudah menyampaikan, satu korban terlalu banyak. Tanpa sekoci kapal bapak mau berapa korban yang akan timbul, Pak?" sambung dia.

Lasarus lantas meminta Menhub Dudy Purwagandhi menertibkan jajarannya buntut temuan tersebut.

"Inilah potret dari kondisi kita hari ini. Sudahlah Pak Menteri tegas-tegas saja dah, Pak. Yang tidak berkompeten, KSOP-KSOP bapak udah bapak rapiin deh, itu aja bahasa saya udah. Kita dukung seluruh kebijakan Pak Menteri demi keselamatan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Seperti tadi saya bilang Pak Menteri biar langit runtuh aturan Bapak tegakkan. Karena kewenangan ada pada Pak Menteri hari ini. Kita berharap kejadian ini tidak berulang," tutur dia.




(maa/knv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim SAR Gabungan Kerahkan Personel dan TNI AL Cari Warga Hilang di Perairan Selayar
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Tak Kapok! Pria di Serang Edarkan Sabu Usai 2 Bulan Bebas dari Penjara
• 21 jam laludetik.com
thumb
Surabaya dan Sebagian Besar Jatim Cerah Berawan, Waspadai Gelombang tinggi di Perairan
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Naik Tipis, Cek Selengkapnya
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persib Comeback Dramatis! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Akhirnya Bungkam Bali United 3-2
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.