HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar secara resmi melepas keberangkatan Tim Tanggap Darurat Medis yang ditugaskan untuk menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelepasan tim ini dilaksanakan di ruang rapat Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Tim Tanggap Darurat yang diterjunkan terdiri dari para tenaga medis dan kesehatan profesional yang berpengalaman di bidangnya, antara lain Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Anestesi dan Tim Perawat Gawat Darurat.
Melalui pengiriman tenaga darurat medis ini, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo menegaskan bahwa sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Indonesia, tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat di wilayah lain membutuhkan dukungan medis dalam kondisi darurat dan atau kondisi bencana.
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua, AIFO-K menyampaikan bahwa pengiriman tim bantuan medis ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian nyata rumah sakit dalam memberikan penanganan kesehatan yang cepat dan tepat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Misi kemanusiaan ini adalah panggilan tugas bagi kita semua. Kami mengirimkan dokter spesialis serta perawat terbaik yang siap memberikan pelayanan medis darurat, tindakan operasi, hingga penanganan pasca-trauma di lapangan,” ujar Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dalam sambutannya saat acara pelepasan.
Selain menerjunkan personel tenaga medis, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo juga membekali tim dengan sejumlah logistik kesehatan, alat medis, obat-obatan, serta perlengkapan medis pendukung guna memastikan pelayanan kesehatan di lokasi tujuan dapat berjalan optimal.
Tim Tanggap Darurat Medis ini dijadwalkan akan bertugas di NTT selama beberapa waktu ke depan, berkoordinasi langsung dengan dinas kesehatan setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mengidentifikasi dan menangani kebutuhan medis prioritas di lapangan.
Dukungan logistik dan tenaga medis ini diharapkan mampu menopang kebutuhan mendesak warga terdampak, sekaligus mempercepat pelayanan darurat serta pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur.(wis)





