Sefas Group Akuisisi 100 Persen Bisnis SPBU Shell di Indonesia

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sefas Group sepakat mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya.

Sefas Group merupakan perusahaan lokal yang didirikan pada tahun 1997 tersebut, merupakan distributor resmi sekaligus yang terbesar dari produk-produk pelumas Shell Indonesia.

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar CEO SEFAS Group, Ricky Roesli, dalam keterangan resmi Rabu (19/8).

Ricky menambahkan, kepemilikan lokal memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis selanjutnya. Perusahaan, kata dia, berambisi membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, mengatakan kerja sama dengan Sefas Group sudah terjalin sangat lama, sehingga perusahaan telah memahami ceruk pelanggan serta jaringan pasar Shell di Indonesia.

“Sefas merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya,” ujarnya.

Ke depannya, Sefas Group akan melanjutkan proses untuk mengakuisisi kepemilikan penuh atas bisnis tersebut, dengan penyelesaian transaksi yang diperkirakan berlangsung tahun ini. Perusahaan memastikan proses transisi berjalan lancar dengan tetap menjaga kegiatan operasional yang aman dan andal.

Di sisi lain, pelanggan akan tetap melihat merek Shell di Indonesia melalui skema lisensi merek, dengan kesinambungan layanan bagi pelanggan, karyawan, dan mitra.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons keputusan Shell Indonesia melepas bisnis SPBU di Indonesia. Shell menjual hak kepemilikan SPBU Shell kepada perusahaan patungan baru (new joint venture) antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Perusahaan tersebut nantinya melakukan perjanjian lisensi merek, sehingga SPBU Shell masih tetap ada di Indonesia.

Bahlil mengatakan, keputusan tersebut adalah murni aksi korporasi antara perusahaan swasta alias business to business (B2B), sehingga pemerintah hanya bisa menghargai hal tersebut.

"Ya itu kan aksi korporasi. Itu kan biasa, aksi korporasi B2B. Jadi karena mereka bukan BUMN, maka kita harus menghargai hak setiap perusahaan swasta yang melakukan aksi korporasi," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/5/2025).

Selain itu, Bahlil juga menyoroti Shell Indonesia bukan berarti menutup bisnisnya di Tanah Air. Dengan demikian, produk BBM Shell akan tetap beredar di tengah masyarakat.

Hingga tahun 2025, Shell memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia di mana lebih dari 160 di antaranya dimiliki perusahaan dan terminal BBM di Gresik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringati HUT ke-81 RI, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lebih Peka terhadap Persoalan Sosial
• 11 jam laludisway.id
thumb
Persib Comeback Dramatis! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Akhirnya Bungkam Bali United 3-2
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Gugat Sony Music, Lagu Ardhito Pramono Diduga Dipakai di TV Korea Tanpa Izin
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Viral! Mahasiswa UPN Jatim Diduga Edit Foto Teman Pakai AI, Disebar di Telegram
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Terbongkar! Trump Diam-Diam Buka Jalur Rahasia dengan Garda Revolusi Iran
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.