Jakarta (ANTARA) - Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan meminta maaf kepada warga karena terganggunya fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang menjadi akses air bersih bagi masyarakat di daerah kepulauan itu.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kendala pelayanan air bersih yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir akibat gangguan pada SWRO,” kata Fadjar saat sosialisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan layanan air minum perpipaan di Pulau Untung Jawa, Rabu.
Ia mengatakan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan erat dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.
Menurut dia, fasilitas SWRO sempat mengalami kerusakan pada komponen pompa, sehingga terpaksa tidak beroperasi selama kurang lebih dua setengah bulan.
“Alhamdulillah, saat ini perbaikan sudah selesai, SWRO kita kini sudah aktif dan berfungsi kembali," ujar Fadjar.
Pemkab Kepulauan Seribu bersama PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan di Kepulauan Seribu mencapai 100 persen.
Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, perluasan layanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan air tanah.
Baca juga: PAM Jaya targetkan SWRO segera beroperasi di Pulau Kelapa Dua
Saat ini, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan kajian mendalam terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan penggunaan air tanah.
“Saya mengimbau warga untuk mulai beralih sepenuhnya ke air perpipaan demi menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal kita," kata Fadjar.
Ia mengatakan pelayanan air bersih ke depan akan semakin modern dengan penerapan "smart water meter". Teknologi tersebut memungkinkan pencatatan konsumsi air dilakukan secara digital dan waktu nyata atau "real-time, sehingga lebih akurat dan transparan.
Selain itu, pembayaran tagihan air kini telah terintegrasi secara digital melalui QRIS dan aplikasi perdagangan elektronik atau e-Commerce. Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak perlu lagi melakukan pembayaran secara konvensional.
"Saat ini, warga tidak perlu repot mengantre. Pembayaran tagihan air telah terintegrasi secara digital melalui QRIS dan aplikasi e-commerce, sehingga layanan air minum menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan," tuturnya.
Sementara itu, warga Pulau Untung Jawa, Asroni (52) menyambut baik kembali beroperasinya fasilitas SWRO, sehingga ketersediaan air bersih sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah, sekarang air sudah kembali aktif. Kami senang karena tidak lagi kekurangan air bersih dan kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan lebih baik," kata dia.
Baca juga: Pemkab percepat pemeliharaan infrastruktur penyedia air bersih
Baca juga: Pemkab Kep Seribu bangun fasilitas pengolahan air laut jadi air bersih
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kendala pelayanan air bersih yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir akibat gangguan pada SWRO,” kata Fadjar saat sosialisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan layanan air minum perpipaan di Pulau Untung Jawa, Rabu.
Ia mengatakan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan erat dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.
Menurut dia, fasilitas SWRO sempat mengalami kerusakan pada komponen pompa, sehingga terpaksa tidak beroperasi selama kurang lebih dua setengah bulan.
“Alhamdulillah, saat ini perbaikan sudah selesai, SWRO kita kini sudah aktif dan berfungsi kembali," ujar Fadjar.
Pemkab Kepulauan Seribu bersama PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan di Kepulauan Seribu mencapai 100 persen.
Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, perluasan layanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan air tanah.
Baca juga: PAM Jaya targetkan SWRO segera beroperasi di Pulau Kelapa Dua
Saat ini, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan kajian mendalam terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan penggunaan air tanah.
“Saya mengimbau warga untuk mulai beralih sepenuhnya ke air perpipaan demi menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal kita," kata Fadjar.
Ia mengatakan pelayanan air bersih ke depan akan semakin modern dengan penerapan "smart water meter". Teknologi tersebut memungkinkan pencatatan konsumsi air dilakukan secara digital dan waktu nyata atau "real-time, sehingga lebih akurat dan transparan.
Selain itu, pembayaran tagihan air kini telah terintegrasi secara digital melalui QRIS dan aplikasi perdagangan elektronik atau e-Commerce. Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak perlu lagi melakukan pembayaran secara konvensional.
"Saat ini, warga tidak perlu repot mengantre. Pembayaran tagihan air telah terintegrasi secara digital melalui QRIS dan aplikasi e-commerce, sehingga layanan air minum menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan," tuturnya.
Sementara itu, warga Pulau Untung Jawa, Asroni (52) menyambut baik kembali beroperasinya fasilitas SWRO, sehingga ketersediaan air bersih sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah, sekarang air sudah kembali aktif. Kami senang karena tidak lagi kekurangan air bersih dan kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan lebih baik," kata dia.
Baca juga: Pemkab percepat pemeliharaan infrastruktur penyedia air bersih
Baca juga: Pemkab Kep Seribu bangun fasilitas pengolahan air laut jadi air bersih





