Kamrussamad Apresiasi Perjuangan Citra Siswa Sekolah Rakyat Pangkep, Dari Jualan Kacang hingga Berdiri di Depan Presiden

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perjuangan Citra Nur Ramadhani, siswi Sekolah Rakyat Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel membawanya ke panggung yang mungkin tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Di usia 10 tahun, Citra yang pernah berada di ambang putus sekolah karena harus membantu ibunya mencari nafkah, kini justru diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI, Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2026.

Nama Citra disebut Presiden Prabowo sebagai gambaran perjuangan anak Indonesia yang berusaha bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.

Ayah Citra meninggal dunia saat ia masih duduk di kelas 2 SD. Sejak itu, kehidupan Citra bersama ibunya tidak mudah. Sang ibu yang merupakan penyandang disabilitas harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Citra pun ikut membantu. Ia pernah menjadi buruh cuci harian, termasuk membersihkan masjid, hingga berjualan kacang bungkusan demi membantu ekonomi keluarga.

Kondisi tersebut sempat membuat pendidikan Citra berada di ujung tanduk. Ia bahkan hampir putus sekolah ketika duduk di kelas 4 SD. Di tengah perjuangan tersebut, Citra juga harus menghadapi perundungan.

Namun, kesempatan untuk kembali mengejar cita-cita datang ketika Citra diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Sekolah tersebut menjadi titik balik dalam kehidupannya. Di lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung, Citra kembali memperoleh kesempatan belajar, sekaligus mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Bakatnya di bidang olahraga pun mulai terasah. Citra berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi karate tingkat kabupaten.

Perjalanan itulah yang kemudian membawanya ke Jakarta dan mendapat kesempatan tampil dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI.

Usai acara tersebut, Citra secara khusus diterima Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad.

Kamrussamad mengaku terharu saat bertemu langsung dengan Citra.
“Senang sekali bisa bertemu anak Indonesia yang berjuang sejak kecil, membantu ibunya. Apa yang dijalani Citra sangat menyentuh hati,” kata Kamrussamad.

Menurutnya, di balik senyum ceria Citra, tersimpan perjalanan hidup yang tidak mudah. Kehilangan ayah, kondisi sang ibu sebagai penyandang disabilitas, keterbatasan ekonomi, hingga pengalaman perundungan menjadi bagian dari perjalanan masa kecilnya.

Namun, semua itu tidak membuat Citra berhenti mengejar pendidikan.
Bergabung dengan Sekolah Rakyat menjadi momentum penting yang mengubah arah hidupnya. Hak Citra untuk mendapatkan pendidikan kembali terjamin, sementara bakat dan kepercayaan dirinya terus dikembangkan.

“Dibalik senyum cerianya, Citra menyimpan perjalanan hidup yang penuh liku. Ditinggal sang ayah dan memiliki ibu seorang penyandang disabilitas, ia sempat berada di ambang putus sekolah saat duduk di kelas 4 SD,” ujarnya.

“Demi membantu ekonomi keluarga dan menyambung hidup, ia bahkan harus berkeliling berjualan kacang bungkusan, di tengah ujian berat sebagai korban perundungan,” lanjut Kamrussamad.

Kisah Citra, kata dia, menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi bukan berarti seorang anak kehilangan potensi untuk meraih masa depan.

“Titik balik kehidupan Citra berawal ketika ia bergabung dengan Sekolah Rakyat. Di lingkungan baru yang aman dan mendukung ini, hak belajarnya kembali terjamin, bakatnya diasah, dan ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara 2 di ajang kompetisi karate tingkat kabupaten,” katanya.

Kamrussamad berharap perjalanan Citra dapat menjadi inspirasi sekaligus pengingat pentingnya memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

“Kisah Citra mengingatkan kita semua bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kekurangan potensi, mereka hanya butuh sebuah kesempatan. Mari terus dukung pendidikan yang merata agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam merajut masa depannya,” pungkasnya. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu China-Korsel bertemu, bicarakan isu terkini Semenanjung Korea
• 44 menit laluantaranews.com
thumb
Lolos Kualifikasi, Dua Atlet Senam Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Gagalkan Pengiriman 381 Cartridge Etomidate ke Kampung Ambon
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Mantan Suami Clara Shinta Datangi Polda Metro Jaya, Jalani Pemeriksaan atas Laporan sang Selebgram
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Wacana Amnesti untuk Eks Bos BUMN Terjerat Korupsi, Efriza: Jangan Jadikan Tiket Bebas Pidana
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.