Kader Posyandu Allepolea Dilatih Skrining dan Pendampingan Ibu Nifas

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kader Posyandu di Kelurahan Allepolea, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dibekali kemampuan mendeteksi tanda bahaya dan mendampingi pemulihan ibu setelah melahirkan melalui program SI-Kones.

Program pengabdian kepada masyarakat itu dilaksanakan tim Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin bersama Universitas Hasanuddin selama Juli-Agustus 2026.

Bertajuk Optimalisasi Peran Kader dalam Mendukung Penyembuhan Masa Nifas melalui Pelatihan Skrining dan Terapi Komplementer, program tersebut membekali kader dengan keterampilan mengenali tanda bahaya masa nifas, menilai penyembuhan luka, serta memberikan dukungan terapi komplementer, seperti senam Kegel dan latihan manajemen nyeri. Kader juga mendapat pelatihan pertolongan awal pada bayi.

Tim pengabdian dipimpin Darmiati dari IIK Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin. Anggota tim terdiri dari Alamsyah dari IIK Pelamonia serta Nurhikmawaty Hasbiah dari Universitas Hasanuddin. Sejumlah mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan IIK Pelamonia juga terlibat dalam kegiatan tersebut.

Program ini disusun berdasarkan hasil survei awal terhadap ibu nifas dan kader di Kelurahan Allepolea. Dari delapan ibu nifas yang disurvei, belum ada yang mengetahui cara melakukan penilaian terhadap proses penyembuhan luka ataupun latihan yang dapat membantu pemulihan dan mengurangi nyeri perineum.

Sementara itu, 15 kader yang menjadi mitra kegiatan sebagian besar berpendidikan sekolah menengah atas. Mereka juga belum pernah mendapatkan pelatihan khusus mengenai penilaian luka perineum menggunakan skala REEDA, terapi komplementer pada masa nifas, ataupun pertolongan awal pada bayi.

Pelatihan dilakukan melalui edukasi, demonstrasi, simulasi, dan praktik lapangan. Pada tahap awal, peserta mendapat pemahaman mengenai masa nifas, tanda bahaya setelah persalinan, serta pentingnya pemantauan kesehatan ibu.

Kader selanjutnya dilatih menilai penyembuhan luka dengan skala REEDA. Metode tersebut mengamati lima komponen, yakni kemerahan (redness), pembengkakan (edema), memar (ecchymosis), cairan yang keluar dari luka (discharge), dan pertemuan tepi luka (approximation).

Melalui metode itu, kader diharapkan dapat mengenali perkembangan penyembuhan luka secara lebih sistematis sekaligus mengetahui kondisi yang perlu segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Selain skrining, peserta mengikuti pelatihan senam Kegel untuk melatih otot dasar panggul dan latihan manajemen nyeri sebagai dukungan nonfarmakologis bagi ibu dalam masa pemulihan. Pelatihan pertolongan awal pada bayi juga diberikan untuk meningkatkan kesiapan kader menghadapi kondisi yang memerlukan penanganan awal sebelum memperoleh bantuan tenaga kesehatan.

Kemampuan peserta diukur melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan. Tim juga menilai keterampilan kader melalui simulasi dan lembar observasi.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pengetahuan yang semula 59 persen meningkat menjadi 93 persen setelah edukasi dan pelatihan. Sementara kemampuan manajemen meningkat dari 50 persen menjadi 79 persen.

Program tersebut melibatkan 15 kader sebagai peserta mitra serta 20 warga Kelurahan Allepolea. Setelah pelatihan, tim melakukan pendampingan ketika kader mempraktikkan pemantauan penyembuhan luka dan latihan pemulihan serta mendampingi ibu nifas di lingkungan tempat tinggal mereka.

Ketua Tim Pengabdian Darmiati mengatakan, SI-Kones diarahkan untuk memperkuat peran kader Posyandu sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, terutama bagi ibu setelah persalinan.

“Melalui SI-Kones, kami ingin kader tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai masa nifas, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis dalam mengenali tanda bahaya, melakukan skrining penyembuhan luka, serta memberikan dukungan terapi komplementer seperti senam Kegel dan latihan manajemen nyeri serta pertolongan pada bayi,” kata Darmiati, saat dikonfirmasi Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut dia, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan membuat kader lebih percaya diri mendampingi ibu sekaligus mampu mengenali kondisi yang membutuhkan konsultasi atau rujukan kepada tenaga kesehatan.

“Yang ingin kami bangun adalah kemandirian kader dan masyarakat. Ketika kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta didukung puskesmas dan pemerintah kelurahan, pemantauan kesehatan ibu nifas dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Program SI-Kones didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pelaksana kegiatan juga bekerja sama dengan IIK Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin, Universitas Hasanuddin, Puskesmas Lau, dan Pemerintah Kelurahan Allepolea.

Selain peningkatan keterampilan kader, program tersebut menargetkan sejumlah luaran berupa modul dan pedoman pelatihan, poster, prosedur operasional standar, dokumentasi video, publikasi media massa, serta pengurusan hak cipta buku pedoman.

Untuk menjaga keberlanjutan program, tim pengabdian merencanakan penguatan kerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Allepolea dan Puskesmas Lau. Kolaborasi itu diharapkan membuat kader mampu menjadi pendamping terdekat bagi ibu nifas dalam memperoleh edukasi, melakukan deteksi dini, serta mengakses layanan kesehatan lanjutan ketika ditemukan kondisi yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AL Kirim Kapal Rumah Sakit Terapung ke NTT
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Respons Pengacara Eks Jampidsus Febrie Usai Dengar Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kubu Febrie Adriansyah Akan Hadirkan 5 Ahli di Praperadilan Penetapan Tersangka
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
PNM Peduli Bergerak untuk Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Gempa NTT
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Ahli Sebut Aneh Rencana Eggi Sudjana Intervensi Sidang Roy Suryo
• 3 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.