Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat terdampak gempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
IDXChannel - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat terdampak gempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri PKP Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan dengan sejumlah pihak untuk membahas penanganan pascagempa, termasuk pendataan rumah yang mengalami kerusakan serta penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap).
"Kita sudah rapat tiga hari yang lalu ya dengan Bapak Menko PMK, Pak Pratikno ya, juga dengan kementerian lainnya. Jadi ada Menteri PU, ada Menteri Sosial, dan lain sebagainya. Jadi memang yang menjadi penting segera adalah pendataan rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat. Dan itu saya sudah usulkan dilakukan segera untuk dilakukan," kata Ara dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Selain pendataan, pemerintah juga akan menyiapkan lahan yang nantinya digunakan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Ara menjelaskan, pengusulan lahan untuk pembangunan huntap dilakukan oleh pemerintah daerah dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kedua, dipersiapkan lahan. Lahan untuk yang mau dibangun huntap (hunian tetap). Itu kan yang mengusulkan adalah pemda, dibantu oleh BNPB. Kan begitu," ujar dia.
Ara memastikan pihaknya siap mempercepat pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, warga diharapkan tidak terlalu lama berada di tempat pengungsian agar dapat kembali menjalankan aktivitas dan bekerja.
"Jadi kami tentunya siap lebih cepat lebih baik, ya karena tentu rakyat kalau bisa jangan lama-lama di tempat pengungsian atau di tempat yang lainnya, supaya kita bisa bekerja," kata Ara.
Dia menyampaikan, Kementerian PKP telah memiliki pengalaman dalam menangani pembangunan hunian pascabencana. Persiapan tidak hanya mencakup pembangunan rumah, tetapi juga sumber daya manusia hingga proses tender.
"Kami siap karena kami memang sudah terlatih untuk menangani soal bencana ini. Lagipula negara kita kan ya beberapa kali mengalami seperti itu, jadi baik rumahnya maupun orangnya maupun tendernya kami sudah siapkan," ujarnya.
(Dhera Arizona)





