VIVA – Di tengah derasnya arus konten di media sosial, menjadi viral bukan lagi perkara sulit. Namun, mempertahankan perhatian jutaan pengguna dengan konten yang memiliki karakter kuat tentu menjadi tantangan tersendiri.
Hal itu yang coba dijalani kreator konten asal Aceh, Zia Maulidin. Alih-alih mengandalkan konten sensasional, Zia memilih pendekatan yang lebih emosional melalui perpaduan musik, potongan lirik lagu, serta quotes yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Konsistensi tersebut membuat akun TikTok miliknya, @xxgirls02, kini memiliki lebih dari 6 juta pengikut. Tak hanya dari jumlah followers, performa kontennya juga terlihat dari total likes yang telah mencapai sekitar 2,2 miliar.
Angka tersebut menjadi gambaran besarnya respons pengguna media sosial terhadap konten yang dibuat Zia. Unggahannya kerap mengangkat tema perasaan, kehidupan, hingga pengalaman yang dianggap relate dengan kondisi banyak orang.
Dengan format visual yang sederhana tetapi didukung pemilihan musik dan kata-kata yang tepat, konten Zia sering kali menjadi ruang bagi pengikutnya untuk menemukan kalimat yang sesuai dengan apa yang sedang mereka rasakan.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan Zia tidak ingin menjadikan angka views semata sebagai ukuran keberhasilan. Baginya, sebuah konten memiliki nilai lebih ketika mampu meninggalkan kesan bagi orang yang melihatnya.
"Saya ingin konten yang saya buat bukan sekadar mengejar angka penayangan atau views, tetapi juga bisa menyampaikan perasaan melalui musik, lirik, dan quotes yang relatable bagi audiens. Harapannya, konten saya bisa jadi teman, penghibur, atau bahkan penyemangat buat mereka," ungkap Zia Maulidin, dalam keterangannya, dikutip Rabu 19 Agustus 2026.
Tak Sekadar Mengejar Viral
Besarnya jumlah pengikut membuat Zia berada di tengah persaingan kreator yang semakin ketat. Tren di TikTok maupun platform lain juga terus berubah, sehingga jenis konten yang populer hari ini belum tentu mendapatkan respons serupa pada kemudian hari.
Untuk menghadapi perubahan tersebut, Zia mengaku tetap melakukan pengamatan terhadap selera audiens. Meski demikian, ia tidak meninggalkan formula yang selama ini menjadi identitas kontennya.
Musik dan kata-kata tetap menjadi elemen utama dalam karya-karyanya. Ia berusaha mengemas keduanya menjadi konten hiburan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan emosional.





