Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

cnbcindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat zoom meeting di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan strategi bank sentral dalam memperkuat stabilitas kurs rupiah membuahkan hasil.

"Nilai tukar Rupiah menguat didukung respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia," kata Destry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (19/8/2026).

Destry mengungkapkan, nilai tukar Rupiah pada 18 Agustus 2026 tercatat Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Juli 2026.


Baca: IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

Perkembangan ini kata dia didukung strategi Bank Indonesia dalam mengoptimalkan seluruh instrumen moneter dan memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Insentif bagi Swap Jual Lindung Nilai dinaikkan menjadi sebesar 12,5% dan insentif bagi DNDF Jual Lindung Nilai diberikan sebesar 15%.

Insentif juga diberikan untuk meningkatkan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra berupa premi Swap Beli Lindung Nilai sebesar 10% dan pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10%.

"Bank Indonesia akan terus menempuh berbagai strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung penguatan respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia," tuturnya.

Baca: Bank RI Kini Bisa Fasilitasi Renminbi China, Permintaan Rp713 T/Tahun

Sebagai informasi, kurs rupiah per hari ini pun mampu ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2026.

Melansir Refinitiv, pada perdagangan Rabu (19/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,14% ke posisi Rp17.825/US$. Penguatan ini membuat mata uang Garuda berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan.

Laju rupiah turut terbantu oleh pelemahan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,16% ke posisi 99,497.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perdana Pimpin RDG, Destry Umumkan BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan KRL Manggarai-Kampung Bandan Kembali Normal
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Polri Jawab Gugatan Febrie, Satu Suara dengan Kejagung, Minta Hakim Tolak Praperadilan
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Rudal Pencegat Habis: AS Kalah Hitungan Hari Jika Perang Lawan China?
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Komisi II DPR Dorong RUU ASN Beri Sanksi Denda hingga Pidana bagi Pejabat yang Masih Angkat Honorer
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Pemkab Jeneponto Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau
• 8 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.