Jakarta: Pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp272,94 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, naik 20,1% dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp227,25 triliun.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 19 Agustus 2026, Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi tersebut untuk subsidi BBM jenis tertentu, LPG 3 kg, dan listrik.
Dari anggaran subsidi Rp272,94 triliun tersebut sebesar Rp28,7 triliun digunakan untuk anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu.
Baca Juga :
RAPBN 2027: Subsidi Listrik Naik 17,8%Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027 yang baru dilansir pemerintah pada Senin, 17 Agustus 2026, subsidi LPG tabung 3 kilogram meningkat menjadi Rp114,1 triliun. Sementara subsidi listrik mencapai Rp130,1 triliun.
Perhitungan subsidi tersebut mempertimbangkan sejumlah parameter, di antaranya nilai tukar rupiah, perubahan harga minyak mentah akibat konflik geopolitik global, serta peningkatan produksi pada pembangkit listrik.




