REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG, – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Lampung menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital dalam memberikan pelayanan hukum yang transparan, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Penegasan ini disampaikan pada puncak peringatan Hari Pengayoman Ke-81 di Bandarlampung, Rabu.
Kepala Kanwil Kemenkum Lampung, Taufiqurrakhman, menekankan bahwa peringatan Hari Pengayoman Ke-81 yang mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak” menjadi momentum refleksi pengabdian. Momentum ini sekaligus menjadi pendorong bagi seluruh jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada publik.
"Transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis menghadirkan layanan hukum yang efektif, efisien, dan memperluas aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Taufiqurrakhman. Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi di era digital harus berjalan seiring dengan penguatan integritas, profesionalitas, serta adaptabilitas seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenkum Lampung.
Menurut Taufiqurrakhman, kemajuan teknologi informasi perlu dimanfaatkan secara optimal. Tujuannya agar kehadiran negara dalam bidang pelayanan hukum dapat dirasakan secara nyata, cepat, dan mudah oleh masyarakat luas.
Serahkan Hak Cipta Gratis untuk Kreator
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kanwil Kemenkum Lampung juga menyerahkan surat pencatatan hak cipta gratis kepada kalangan pelaku ekonomi kreatif, seniman, dan komunitas budaya. Program ini menyasar masyarakat yang memiliki karya cipta di bidang seni rupa, seni pertunjukan, maupun literasi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Program pencatatan hak cipta gratis ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hukum kepada para kreator," kata Taufiqurrakhman. Para penerima manfaat program ini berasal dari berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan di Lampung.
Adapun penerima pencatatan hak cipta gratis tersebut antara lain Intan Mardiono dan Mira Mustika dari Institut Teknologi Sumatera, serta Julianus Aditya Putra, Rohmat Indra Borman, dan Farid Hambali dari Universitas Teknokrat. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Isbedi Setiawan Z S dan Damsi Tarmizi dari Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Septiah dan Lidanna Dian Kurnia dari Kota Metro, serta Riko Yulian Prima dari Kota Bandar Lampung.