jpnn.com, MIMIKA - Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menyebut ada sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Alredo menyebut menyebut sembilan warga sipil yang di sandera tersebut seluruhnya perempuan.
BACA JUGA: Bea Cukai Bengkalis dan Polri Bekuk Jaringan Narkotika Malaysia, Jumlah Barbuk Fantastis
"Benar, informasi yang kami dapat di lapangan dari anggota kami di Polsek Jila sudah ada nama-nama yang disandera berdasarkan informasi dari keluarga korban sudah ada nama-nama ada sembilan orang. Rata rata korban berusia 13 sampai 17 tahun," ujarnya.
Dia mengatakan langkah yang akan dilakukan oleh Polres Mimika adalah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penebalan personel di Polsek Jila.
BACA JUGA: Spanduk dan Penyanderaan Karyawan PT MEG oleh Warga Rempang Jadi Latar Belakang Konflik
"Kami meminta bantuan dari Brimob Batalyon B untuk mem-backup rekan-rekan kami di Polsek Jila," ujarnya.
Adapun kesembilan warga sipil yang disandera oleh kelompok bersenjata itu yakni Nemerina Wamang (17) yang sedang dalam kondisi hamil muda, Alin Mesawarol kelas VI SD, Nopi Aim kelas IV SD, dan Opinte Meswaro kelas III SD.
BACA JUGA: Jenderal Sigit Puji Brimob yang Bebaskan Pilot Susi Air dari Penyanderaan KKB
Kemudian Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13). (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




