REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jay Joshua Herdman, putra sulung pelatih Timnas Indonesia John Herdman, mulai merasakan atmosfer sepak bola Indonesia bersama Bali United. Gelandang serang/winger asal Selandia Baru itu tampil selama 11 menit ketika Bali United menghadapi Persib Bandung dalam laga pamungkas Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (18/8/2026).
Musim Super League 2026/2027 akan menjadi kesempatan bagi Jay untuk menunjukkan kemampuannya di Indonesia. Pemain kelahiran Invercargill, Selandia Baru, 14 Agustus 2004, tersebut sebelumnya memiliki pengalaman bermain di sejumlah kompetisi di Kanada.
- Jay Joshua Herdman Resmi Gabung Bali United, Tambah Daya Tarik Kompetisi Indonesia di Panggung Asia
- Singapura Vs Indonesia: Garuda Wajib Menang, Herdman Minta Pemainnya Tetap Tenang
- John Herdman: Indonesia Tim yang Terluka dan Lapar, Siap Bertarung Habis-habisan Lawan Singapura
Jay merupakan pemain yang dapat menempati beberapa posisi di lini serang. Ia pernah bermain sebagai midfielder ketika memperkuat MLS NEXT Pro dan Vancouver Whitecaps. Di Canadian Premier League, Jay juga pernah dimainkan sebagai attacking midfielder. Sementara ketika membela Cavalry FC, ia lebih banyak berperan sebagai pemain depan.
Ada satu hal yang menarik dari keputusan Jay Herdman bergabung dengan Bali United dan bermain di Liga Indonesia. Di tengah tekanan dan kritik yang diterima John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia, ia tetap memberikan ruang bagi putranya untuk menjalani karier di kompetisi lokal.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Keputusan tersebut tentu memiliki konsekuensi. Sebagai anak dari pelatih Timnas Indonesia, Jay berpotensi ikut menjadi perhatian publik. Apa pun yang terjadi kepadanya di lapangan dapat dikaitkan dengan sang ayah, terlebih ketika John juga menjadi bagian dari sorotan publik sepak bola Indonesia. Begitu pun sebaliknya, apa yang terjadi pada John bisa berimbas kepada Jay.
Namun, John tidak menjadikan situasi tersebut sebagai alasan untuk menjauhkan keluarganya dari lingkungan sepak bola Indonesia. Sebaliknya, Jay justru bergabung dengan Bali United dan akan menjalani kompetisi Super League 2026/2027. Dengan begitu, Jay akan berhadapan langsung dengan atmosfer, tekanan, dan dinamika sepak bola Indonesia yang selama ini juga dihadapi John.
Pilihan tersebut setidaknya menunjukkan bahwa John tetap percaya dengan proses yang sedang dijalankannya bersama Timnas Indonesia. Ia tidak mengambil langkah untuk menghindari tekanan publik dengan menjauhkan putranya dari kompetisi Indonesia. John justru membiarkan Jay menjalani kariernya dan berkembang sebagai pemain di lingkungan sepak bola Tanah Air.
Hal ini juga menunjukkan bahwa komitmen John terhadap pekerjaannya tidak semata-mata bergantung pada penilaian publik. Kritik tentu menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai pelatih, tetapi John memilih tetap menjalankan tanggung jawabnya dan menghadapi tantangan yang ada.
"Silakan jika banyak orang mulai meragukan saya. Tapi terus terang, saya sama sekali tidak khawatir. Saya percaya pada proses ini, dan kami akan menghadapinya di sini, bersama-sama," kata John terkait kepindahan Jay ke Bali United.
Keputusan Jay bermain di Indonesia pada akhirnya menjadi bagian dari perjalanan kariernya sendiri. Namun, bagi John, keberadaan putranya di kompetisi lokal juga memperlihatkan bahwa ia tetap menaruh kepercayaan pada lingkungan sepak bola Indonesia yang sedang menjadi bagian dari tugasnya.
Kehadiran Jay di Indonesia juga membuat keluarga John Herdman semakin dekat dengan aktivitas sepak bola di Tanah Air. Selain menjalankan tugasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia, John kini melihat putranya berkarier di kompetisi Indonesia bersama Bali United.
Keputusan Jay bergabung dengan Bali United membuatnya akan berhadapan langsung dengan karakter kompetisi dan tekanan sepak bola Indonesia. Ia tidak hanya akan mendapatkan pengalaman baru secara teknis, tetapi juga harus beradaptasi dengan lingkungan, gaya bermain, serta ekspektasi yang ada di kompetisi domestik.
John tidak khawatir dengan berbagai penilaian yang mungkin muncul setelah Jay bermain di Indonesia. Ia menegaskan tetap percaya terhadap proses yang sedang dijalankan bersama sepak bola Indonesia.
"Silakan jika banyak orang mulai meragukan saya. Tapi terus terang, saya sama sekali tidak khawatir. Saya percaya pada proses ini, dan kami akan menghadapinya di sini, bersama-sama," kata John terkait kepindahan Jay ke Bali United.
Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai keputusan John untuk membawa keluarganya ke Indonesia dan mendukung Jay bermain di kompetisi lokal menunjukkan keseriusan terhadap pekerjaannya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Menurut Akmal, keberadaan Jay di kompetisi Indonesia juga membuat keluarga John dapat lebih memahami kondisi sepak bola di Tanah Air secara langsung. Hal tersebut berbeda dengan pelatih asing yang terkadang memilih membatasi kehidupan keluarganya dari lingkungan sepak bola tempat mereka bekerja.
"Dari kacamata psikologis, John memperlihatkan bahwa bukan hanya dirinya yang berkomitmen untuk Indonesia, tetapi keluarganya juga ikut berada di Indonesia. Bahkan sekarang anaknya bermain di Liga Indonesia," ujar Akmal.
Founder Save Our Soccer itu mengatakan pengalaman bermain di kompetisi Indonesia dapat menjadi bagian dari proses perkembangan Jay sebagai pemain. Menurut dia, Jay akan mendapatkan pengalaman menghadapi karakter permainan dan tekanan yang berbeda dari kompetisi sebelumnya.
"Ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan mental Jay sebagai pemain. Dia akan merasakan sendiri bagaimana bermain di kompetisi Indonesia dengan segala tekanan dan tuntutannya," kata Akmal.
Akmal menambahkan, keputusan John dan Jay tersebut menunjukkan bahwa keluarga Herdman kini ikut menjalani kehidupan sepak bola Indonesia. Namun, ia menilai perkembangan Jay di Bali United tetap harus dilihat berdasarkan kemampuan dan proses adaptasinya sebagai pemain muda.
"Yang terpenting adalah bagaimana Jay bisa beradaptasi, berkembang, dan memberikan kontribusi untuk Bali United. Pengalamannya di Indonesia tentu akan menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya," tegas Akmal.




