HARIA.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Perguruan tinggi terus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan dosen dan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Rabu, 19 Agustus.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dan mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Mengangkat tema “Penguatan Peran Perempuan Pesisir melalui Usaha Abon Ikan Tuna Berbasis Kesehatan Kerja dan Pemberdayaan Sosial”, program ini menyasar Kelompok Usaha Abon Ikan Ummi.
Kelompok tersebut beranggotakan perempuan pesisir yang mengolah ikan tuna menjadi produk abon. Pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi keluarga masyarakat pesisir.
Tidak hanya menghasilkan produk lokal, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengelola usaha secara mandiri.
Ketua Tim Pelaksana PKM, Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si., mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan produksi. Lebih jauh, kegiatan diarahkan untuk memperkuat keberdayaan perempuan agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara tentang keterampilan mengolah produk, tetapi juga bagaimana perempuan memiliki ruang untuk berkembang, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta berperan lebih kuat dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan usaha berbasis potensi lokal dapat menjadi pintu masuk bagi perempuan pesisir untuk meningkatkan posisi ekonomi keluarga.
“Produk olahan ikan juga memiliki peluang untuk terus dikembangkan apabila didukung pengelolaan usaha dan kualitas produksi yang baik,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, aspek kesehatan kerja turut menjadi perhatian. Pengetahuan mengenai lingkungan dan proses kerja yang aman diharapkan dapat membantu anggota kelompok menjalankan aktivitas produksi dengan lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Tim PKM juga melibatkan Dr. Syahban Nur, S.Pd., M.Pd. dan Badriani Badawi, S.ST., M.Kes. sebagai anggota tim pelaksana.
Pendampingan dilakukan untuk memperkuat sejumlah aspek yang berkaitan dengan usaha kelompok, mulai dari keterampilan produksi hingga penerapan kesehatan kerja dan pengelolaan usaha.
“Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi Kelompok Usaha Abon Ikan Ummi,” ucapnya.
Penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam membangun usaha masyarakat yang lebih mandiri.
Dengan pemanfaatan ikan tuna sebagai bahan baku produk lokal, kelompok perempuan pesisir memiliki peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.
Produk yang sebelumnya hanya bernilai sebagai bahan pangan dapat dikembangkan menjadi komoditas olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kami berharap penguatan kelompok tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan perempuan pesisir di Kota Parepare,” ucapnya.
Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah Arifuddin, mengatakan perguruan tinggi pun diharapkan terus hadir melalui pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal.
“Dukungan pemerintah kecamatan menunjukkan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok perempuan di wilayah pesisir,” tuturnya.
Ketua Kelompok Usaha Abon Ikan Ummi, Juarni, mengatakan jika pendampingan tersebut, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan anggota dalam mengembangkan usaha pengolahan abon ikan tuna.(wis)





