Langkah tegas pemerintah meluncurkan program Motor Listrik Nasional (Molinas) memantik antusiasme tinggi dari para pelaku industri otomotif Tanah Air. Kebijakan ini dinilai sebagai bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan industri manufaktur dalam negeri.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Hanggoro Ananta Khrisna, menyambut positif inisiatif pemerintah tersebut. Menurutnya, langkah ini membuktikan keberpihakan negara terhadap karya anak bangsa.
Hanggoro mengungkapkan bahwa ekosistem manufaktur di Indonesia saat ini diisi oleh banyak talenta lokal yang memiliki kapasitas tinggi untuk merancang hingga memproduksi kendaraan listrik secara mandiri tanpa bergantung pada prinsipal asing.
"Kami sangat menyambut positif sekali gitu ya. Dari sini kita melihat di sini pemerintah sudah mulai serius dan memberikan atensi yang cukup besar untuk pengembangan otomotif di dalam negeri gitu ya," tutur Hanggoro kepada kumparanOTO, Selasa (18/8).
Kesiapan industri dalam negeri terbukti dari bermunculannya berbagai merek sepeda motor listrik lokal yang sukses merambah pasar nasional. Pabrikan tersebut dibangun dan dikembangkan oleh insinyur-insinyur Indonesia dengan kapabilitas riset yang mumpuni.
"Dan kita tahu di sini banyak sekali talenta-talenta yang bisa membuat sepeda motor listrik sendiri gitu ya tanpa bergantung kepada prinsipal gitu ya. Ya, banyak sih contoh-contohnya ada Gesits, ALVA, Maka, Saffar, Polytron, Volta, Indomobil e-Motor, itu banyak juga tuh perusahaan-perusahaan dalam negeri yang bisa meng-create motor listrik sendiri," tambahnya.
Munculnya brand-brand lokal tersebut, kata Hanggoro, menjadi sinyal positif bahwa industri otomotif berbasis baterai di Tanah Air bukan sekadar wacana. Kehadiran Molinas diharapkan menjadi momentum untuk memperluas skala industri ini di masa depan.
Pengalaman Indonesia di sektor manufaktur otomotif selama berdekade-dekade menjadi modal krusial. Infrastruktur perakitan, jaringan pengujian, hingga sumber daya manusia dinilai sudah sangat matang untuk memasuki era produksi massal kendaraan listrik.
"Jadi ya ini merupakan sinyal positif bagi kami ya. Kami juga berharap ini bisa terus dikembangkan gitu ya, tidak hanya terbatas di sini, tapi di masa depan pun juga," tegasnya.
"Kenapa juga seperti itu? Kita sendiri juga sudah punya pengalaman beberapa dekade di industri otomotif di sini ya. Ya saya yakin juga talent-talent kita sangat bisa sekali untuk membuat, bahkan untuk memproduksi massal pun juga sudah sangat bisa dan sangat siap," lanjutnya.





