Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang Sik, memberikan pujian kepada anak asuhnya setelah berhasil menyingkirkan Malaysia dari semifinal Piala AFF 2026. Menurutnya, Nguyen Quang Hai dan kawan-kawan mampu menunjukkan perkembangan signifikan pada leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8/2026).
Vietnam memastikan tiket ke final setelah kembali mengalahkan Malaysia dengan skor 2-0. Hasil tersebut membuat The Golden Star Warriors unggul agregat 4-0 setelah sebelumnya meraih kemenangan dengan skor identik pada leg pertama di Kuala Lumpur.
Meski mendapatkan hasil yang sama dalam dua pertandingan, Kim Sang Sik melihat kualitas permainan Vietnam mengalami peningkatan. Ia menilai timnya mampu mengatasi sejumlah persoalan yang sebelumnya membuat mereka kesulitan pada pertemuan pertama.
Perubahan tersebut tidak terlepas dari evaluasi yang dilakukan staf kepelatihan Vietnam. Kim Sang Sik menyebut persoalan taktik yang terlihat di Malaysia berhasil diperbaiki ketika kedua tim kembali bertemu di Hanoi.
Hal itu membuat Vietnam tampil lebih efektif dalam menjalankan rencana permainan. Para pemain juga dinilai mampu menerjemahkan instruksi yang diberikan pelatih dengan lebih baik dibandingkan leg pertama.
"Dibandingkan pada leg pertama, saya pikir pemain-pemain tampil lebih baik dalam laga kandang," ujar Kim Sang Sik dikutip dari Bongda 24 H, Kamis (20/8/2026).
"Secara khusus, setelah kami analisis, masalah taktikal yang kami alami pada leg pertama bisa diatasi dengan jauh lebih efektif pada hari ini," tambahnya.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang perjalanan Vietnam dalam mempertahankan gelar Piala AFF. Mereka kini tinggal melewati satu lawan lagi untuk kembali mengangkat trofi turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Namun, lawan yang menunggu Vietnam di partai puncak bukanlah tim sembarangan. Thailand sudah memastikan tempat di final dan akan menjadi ujian terakhir bagi skuad asuhan Kim Sang Sik.
Thailand merupakan negara dengan koleksi gelar Piala AFF terbanyak. Tim berjuluk Gajah Perang tersebut telah tujuh kali menjadi juara sehingga Vietnam dipastikan menghadapi tantangan berat dalam perebutan trofi.
Pertandingan final juga membuat Kim Sang Sik harus memikirkan persoalan lain. Waktu pemulihan yang tersedia bagi Vietnam sangat terbatas karena leg pertama final akan dimainkan hanya beberapa hari setelah semifinal.




