Sama-sama Merdeka Agustus, Ini 3 Negara Asia yang Pendidikannya Lebih Maju dari Indonesia

medcom.id
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Agustus bukan hanya menjadi bulan kemerdekaan Indonesia. Melansir unggahan instagram @kobieducation, sejumlah negara Asia juga memperingati hari kemerdekaan pada bulan yang sama, seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.
 
Menariknya, ketiga negara tersebut kini memiliki sistem dan capaian pendidikan yang dinilai lebih maju dibandingkan Indonesia. Mulai dari tingginya angka penduduk yang menempuh pendidikan tersier (jenjang pendidikan tinggi), performa dalam asesmen internasional, hingga kualitas perguruan tinggi.
 
Lantas, seperti apa kondisi pendidikan di tiga negara Asia yang sama-sama merayakan kemerdekaan pada Agustus tersebut? Berikut informasinya: Korea Selatan
Korea Selatan memperingati hari kemerdekaannya pada 15 Agustus 1945. Negara ini dikenal memiliki sistem pendidikan yang kuat, terutama dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

Sekitar 71 persen penduduk Korea Selatan berusia 25-34 tahun telah menyelesaikan pendidikan tersier. Reputasi universitas di negara tersebut juga semakin diakui dunia.
  Baca juga: Profil Neeltje Werimon, Siswi SMA Negeri 8 Jayapura yang Bawa Baki Paskibraka Nasional 2026  
 
Pemerintah Korea Selatan terus melakukan reformasi pendidikan untuk menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan zaman. Salah satunya melalui reformasi kurikulum nasional secara berkala.
 
Korea Selatan juga menerapkan High School Credit System. Melalui sistem ini, siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
 
Selain itu, pemerintah memperkuat investasi pada kualitas guru dan mendorong digitalisasi pendidikan. Penguatan pendidikan STEM dan teknologi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Malaysia
Malaysia merayakan kemerdekaan pada 31 Agustus 1957. Sistem pendidikan negara ini juga terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusannya.
 
Reputasi sejumlah universitas Malaysia semakin meningkat dalam pemeringkatan dunia. Jumlah mahasiswa internasional juga terus bertambah, sementara kemampuan bahasa Inggris serta kualitas riset dan inovasi perguruan tinggi terus diperkuat.
 
Salah satu upaya pemerintah Malaysia dilakukan melalui Malaysia Education Blueprint. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas guru sekaligus memperkuat pendidikan STEM.
 
Pemerintah Malaysia juga mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris turut menjadi bagian dari agenda pengembangan pendidikan.
  Baca juga: Mengenal Pembawa Baki Upacara Penurunan Sang Merah Putih dari Masa ke Masa  
Singapura
Singapura menjadi negara berikutnya yang memperingati kemerdekaan pada Agustus. Negara ini merayakan hari kemerdekaan pada 9 Agustus 1965.
 
Dari sisi capaian pendidikan, Singapura menjadi salah satu negara dengan performa terbaik di dunia. Dalam PISA 2022, Singapura menempati peringkat pertama dunia.
 
Kualitas pendidikan tingginya juga terlihat dari posisi dua universitas utama Singapura. Nanyang Technological University (NTU) dan National University of Singapore (NUS) masuk dalam jajaran 15 besar universitas dunia.
 
Pendidikan di Singapura juga dirancang agar lebih terhubung dengan kebutuhan industri. Pemerintah terus meningkatkan kualitas guru serta mendorong pendekatan Learning Beyond Grades, sehingga pendidikan tidak hanya berfokus pada nilai.
 
Selain itu, hubungan antara institusi pendidikan, industri, dan pelatihan kerja terus diperkuat. Pemerintah juga memperbanyak jalur pendidikan serta menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perubahan kebutuhan ekonomi.
 
Perbandingan dengan negara-negara Asia yang sama-sama merdeka pada Agustus, bahkan lebih muda dari Indonesia menjadi gambaran bahwa perjalanan Indonesia dalam membangun pendidikan masih panjang. Indonesia masih harus melakukan pengembangan di dunia pendidikan.
 
Momentum kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat sejarah. Bagi sektor pendidikan, capaian negara lain juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat apa yang sudah berhasil dilakukan dan apa yang masih perlu diperbaiki.
  Baca juga: HUT ke-81 RI, Rektor UI Ungkap 3 PR Besar Pendidikan Tinggi Indonesia  
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Harap-harap Cemas Warga Manggarai Terus Diguncang Gempa Susulan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Identitas Korban Tewas Tertemper KRL di Tebet: Kakek Berusia 80 Tahun
• 6 jam laludetik.com
thumb
Viral! Ciri-ciri Artis Inisial EJR yang Dituding Lakukan Pelecehan
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Perankan Caregiver di Rumah Singgah, Dewi Irawan Teringat Pengalaman Rawat Orang Tercinta
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Menhut Raja Juli Nilai OMC Jadi Langkah Ideal Tangani Karhutla di Kalimantan Tengah
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.