Kamrussamad Dorong Kampus, Pemerintah, dan Industri Perkuat SDM Kawasan Timur Indonesia

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mendorong perguruan tinggi, pemerintah, dan industri memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mempercepat pembangunan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Hal itu disampaikan Kamrussamad dalam kegiatan Rapat Kerja Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) 2026 di Hotel Unhas, Makassar pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kamrussamad mengatakan bahwa semangat para pimpinan perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia menjadi modal penting untuk mendorong percepatan pembangunan.

Menurut dia, konsep kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri harus mulai diimplementasikan dari KTI.

“Saya hari ini senang sekali melihat semangat dari para pimpinan perguruan tinggi kawasan timur Indonesia. Kita optimistis konsep trisula antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri harus diimplementasikan dan dimulai dari kawasan timur Indonesia,” kata Kamrussamad.

Legislator Gerindra ini menyebutkan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari sarasehan perguruan tinggi negeri bersama Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2026.

Forum ini dinilai menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menyelaraskan kontribusi SDM dengan arah pembangunan nasional.

“Kita tahu tantangan kawasan timur Indonesia tidaklah mudah. Kita mengetahui betul bahwa perkembangan ekonomi di kawasan timur Indonesia belum sepenuhnya terakselerasi dengan baik,” ujarnya.

Kamrussamad mencontohkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai sekitar 12 persen atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan.

Kondisi serupa, kata dia, juga perlu menjadi perhatian di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan sejumlah daerah lain di KTI.

Menurut Kamrussamad, KTI memiliki posisi strategis karena ditopang kekayaan sumber daya alam, potensi demografi, serta kekuatan ekonomi.

Namun, kontribusi kawasan tersebut terhadap perekonomian nasional masih perlu ditingkatkan.

“Kesenjangan pembangunan antarwilayah masih cukup tinggi. KTI kita baru berkontribusi 20,85 persen, 79,15 persen itu ada di luar KTI. Ini yang harus kita dorong,” katanya.

Dia mengatakan target ke depan adalah meningkatkan kontribusi KTI terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional menjadi 28,5 persen pada 2045.

“Target kontribusi PDB KTI terhadap nasional diharapkan di 2045 itu 28,5 persen. Para guru kita yang hadir di sinilah kekuatan inti kita untuk menyiapkan kontribusi dari sisi SDM,” ujar Kamrussamad.

Hilirisasi Butuh SDM Unggul
Kamrussamad menilai kekayaan sumber daya alam KTI harus diikuti dengan peningkatan nilai tambah dan produktivitas.

Kawasan timur Indonesia, kata dia, memiliki keunggulan strategis sebagai gerbang ekonomi maritim, pusat sumber daya alam, kawasan dengan bonus demografi, serta destinasi pariwisata dunia.

Namun, potensi tersebut belum cukup apabila produktivitas dan nilai tambah sumber daya alam masih rendah.

“Harus kita akui produktivitas kita rendah. Ini tantangan,” katanya.

Karena itu, dia menilai kebutuhan industri harus menjadi salah satu dasar pengembangan kurikulum perguruan tinggi. Industri, menurutnya, merupakan pengguna sekaligus penyerap SDM, khususnya dalam agenda hilirisasi.

“Badan Industri Mineral perlu dilibatkan karena ini adalah user yang akan menyerap sumber daya manusia, khususnya di hilirisasi. Hilirisasi menjadi penting karena ada kebijakan yang sungguh-sungguh pemerintah sedang jalankan,” ujarnya.

Kamrussamad mengungkapkan bahwa agenda hilirisasi telah diatur sedemikian rupa oleh pemerintah mulai dari hulu ke hilirnya. Di hulunya ada penertiban kawasan hutan melalui Satgas PKH, yakni kawasan pertambangan, perkebunan, dan sumber daya alam lainnya.

“Di tengahnya ada pengaturan tata niaga melalui Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dan antara sumber daya Indonesia untuk ekspornya dan bursa mineral,” ungkapnya.

Di hilirnya, ada pengaturan melalui peraturan pemerintah tentang devisa hasil ekspor (DHE).

“Di mana DHE yang selama ini tidak dikontrol oleh negara bisa mampir di Hongkong, bisa mampir di Singapura, atau negara-negara lain tidak masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Minta LPDP Beri Afirmasi untuk KTI
Kamrussamad juga meminta perguruan tinggi melakukan penyesuaian kurikulum agar lebih selaras dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional.

“Kita berharap betul kampus mencetak SDM unggul. Kurikulum kita mesti adjustment lagi, link and match antara sistem pendidikan, kurikulum yang kita anut dengan kebutuhan industri supaya inline dengan arah kebijakan pembangunan nasional,” tuturnya.

Dia secara khusus mendorong Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan kebijakan afirmatif bagi talenta asal KTI.

Menurut dia, kebijakan tersebut penting untuk mempersempit kesenjangan kualitas SDM antara kawasan timur dan wilayah lainnya.

“Skemanya mesti dibuat khusus anak-anak dari kawasan Timur Indonesia. Saya titipkan ini untuk dibicarakan secara sungguh-sungguh di tingkat BOD, bagaimana akselerasi kebijakan afirmatif untuk pembiayaan SDM kita di wilayah timur,” katanya.

Kamrussamad menilai kebijakan afirmasi diperlukan agar dana abadi pendidikan dapat lebih optimal membantu mengatasi kesenjangan SDM.

Kamrussamad juga menekankan pentingnya riset yang terhubung dengan kebutuhan industri. Menurutnya, riset perguruan tinggi harus mampu menghasilkan nilai ekonomi dan melahirkan produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar global.

“Riset industri mengatakan bahwa dari riset akan menjadi nilai ekonomi. Sebuah industri hanya bisa sustainable apabila dimulai dari riset,” ujarnya.

Dia mengatakan perhatian pemerintah terhadap peneliti menunjukkan adanya kemauan politik untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.

“Bagi Pak Presiden, bukan soal hanya 35 tahun memimpin atau 10 tahun, tetapi lebih dari itu, kita bisa take off menjadi negara maju di 2045 apabila kesiapan SDM kita terjawab,” kata Kamrussamad.

Karena itu, dia mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah, termasuk dukungan LPDP agar talenta terbaik dari KTI dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.

Kamrussamad menyebut sektor mineral, maritim, pangan, dan energi terbarukan sebagai sektor prioritas KTI. Dia juga mendorong kawasan timur Indonesia menjadi center of excellence melalui konsorsium perguruan tinggi yang kuat.

“Konsorsium ini harus solid. Daya dukung kita terhadap kebijakan pembangunan nasional, khususnya hilirisasi mineral, adalah kemampuan kita untuk segera menyiapkan SDM, kemudian research collaboration, kemudian industri-kampus partnership, kemudian STEM,” ujarnya.

Di sisi lain, Kamrussamad melihat peluang pengembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di KTI.

Dia menyebut adanya antrean investor global untuk investasi pusat data (data center) dan AI. Menurutnya, KTI dapat menawarkan diri sebagai lokasi pengembangan sektor tersebut dengan memanfaatkan potensi ekonomi digital Indonesia.

“Kalau bisa, kawasan timur Indonesia juga menawarkan ini sebagai solusi, melihat masa depan ekonomi digital di Indonesia yang berbasis artificial intelligence akan growing, bahkan bisa terjadi quantum lift,” katanya.

Karena itu, dia menegaskan penguatan bidang teknologi dan engineering harus menjadi bagian dari strategi pembangunan SDM KTI.

“Bidang teknologi dan engineering ini harus kita perkuat,” ujar Kamrussamad.(ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karhutla Kepung Kalimantan, Asap Ganggu Sekolah hingga Penerbangan dan Kualitas Udara
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Industri Seluler Berkontribusi USD1,4 Triliun pada Perekonomian Asia Pasifik pada 2030
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kasus Korupsi MBG Bergulir, Kejagung Periksa 6 Saksi
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Kejuaraan Dunia BWF 2026: Persiapan Maksimal Bawa Fajar/Fikri ke 16 Besar
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Saling Dorong! Ricuh 2 Kubu Raja Keraton Solo di Acara Gamelan Sekaten
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.