Transaksi Jumbo Rp1,42 Triliun Saham DSSA di Pasar Nego, Bagian dari Pengalihan Saham Treasuri?

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Transaksi saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi mencapai sekitar Rp1,42 triliun pada perdagangan Rabu (19/8/2026).

Transaksi Jumbo Rp1,42 Triliun Saham DSSA di Pasar Nego, Bagian dari Pengalihan Saham Treasuri? (Foto: Magnific)

IDXChannel - Transaksi saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi yang mencapai sekitar Rp1,42 triliun pada perdagangan Rabu (19/8/2026) terindikasi kuat merupakan bagian dari program pengalihan saham hasil pembelian kembali (treasuri) yang tengah dijalankan perseroan sejak 10 Agustus 2026.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi terbesar tercatat pada harga Rp980 per saham dengan volume sekitar 1,445 miliar saham senilai Rp1,416 triliun.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Rebound ke 6.447, Sektor Barang Baku Melonjak 3 Persen

Ada pula transaksi tambahan di harga Rp990 (300.000 saham), Rp995 (2.500 saham), dan Rp1.045 (200.000 saham), sehingga total mencapai 1.445.502.500 saham senilai sekitar Rp1,417 triliun.

Yang menarik, penjual dalam transaksi jumbo di harga Rp980 tersebut menggunakan broker PT Sinarmas Sekuritas (kode broker DH), sementara pembeli menggunakan PT CGS International Sekuritas Indonesia (YU).

Baca Juga:
Utang AS Resmi Tembus USD40 Triliun, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kode broker penjual ini signifikan karena persis sama dengan anggota bursa yang secara resmi ditunjuk DSSA untuk melaksanakan pengalihan saham treasurinya.

Dalam surat tanggapan kepada BEI tertanggal 11 Agustus 2026 terkait permintaan penjelasan, manajemen DSSA menyatakan telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan proses pengalihan saham hasil pembelian kembali, termasuk membantu proses penjualannya.

Dalam surat yang sama, manajemen juga mengonfirmasi bahwa pengalihan akan dilakukan melalui mekanisme perdagangan di pasar reguler dan/atau pasar negosiasi, dengan pemilihan segmen disesuaikan kondisi pasar,mempertimbangkan harga, likuiditas, jumlah saham, dan efektivitas pelaksanaan transaksi.

Sebelumnya, dalam Keterbukaan Informasi tertanggal 31 Juli 2026, DSSA mengumumkan rencana mengalihkan sebanyak-banyaknya 9.631.904.000 lembar saham hasil buyback, setara 5 persen dari total saham yang diterbitkan dan dicatatkan di BEI, dengan pelaksanaan dimulai 10 Agustus 2026 sampai proses rampung.

Transaksi nego 19 Agustus bukan yang pertama sejak program pengalihan dimulai. Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (10/8/2026), pasar negosiasi DSSA juga mencatat transaksi jumbo senilai sekitar Rp1,3 triliun, dengan volume 13,3 juta lot (setara 1,33 miliar saham) di harga Rp975 per saham.

Broker Sinarmas juga memfasilitasi penjualan saham dalam transaksi nego di tanggal tersebut, dengan RHB Sekuritas (DR) dan Sinarmas sendiri juga menjadi pembeli.

Jika digabungkan, dua transaksi nego pada 10 dan 19 Agustus itu mencakup sekitar 2,78 miliar saham, atau sekitar 29 persen dari kuota maksimal 9,63 miliar saham yang ditargetkan perseroan untuk dialihkan.

Harga eksekusi di kedua transaksi tersebut (Rp975-Rp980) juga konsisten berada di bawah harga penutupan pasar reguler pada hari yang sama. Pada 19 Agustus, misalnya, saham DSSA justru ditutup menguat 6,67 persen ke Rp1.040 di pasar reguler, sehingga transaksi nego di Rp980 mencerminkan diskon sekitar 5,8 persen.

Meski indikasinya kuat, penting dicatat bahwa hingga berita ini diturunkan, manajemen DSSA belum mengeluarkan pernyataan resmi yang secara eksplisit mengonfirmasi bahwa transaksi nego 19 Agustus, maupun 10 Agustus, merupakan bagian dari eksekusi program pengalihan saham treasuri.

Perseroan sebelumnya menyatakan fokus mengarahkan pengalihan saham treasuri ke pemegang saham publik yang kepemilikannya memenuhi kriteria free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A.

Langkah yang selaras dengan upaya DSSA mendongkrak porsi saham beredar publik riil menyusul tersingkirnya emiten ini dari indeks MSCI.

DSSA juga akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan 10 September 2026.

Salah satu agenda RUPSLB tersebut adalah persetujuan pengurangan modal perseroan melalui penarikan kembali sebagian saham hasil pembelian kembali atau buyback.

Ini bisa menjadi mekanisme kedua yang memungkinkan DSSA ‘menghabiskan’ sisa saham treasuri yang tidak sempat terjual di pasar sebelum tenggat regulasi, sekaligus jalur alternatif dari opsi penjualan yang sedang berlangsung di pasar reguler/negosiasi saat ini.

Selain agenda pengurangan modal, RUPSLB juga akan membahas perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan.

Manajemen DSSA dalam surat ke BEI turut mengungkapkan rencana aksi korporasi lain dalam beberapa bulan mendatang, yakni penawaran tender sukarela oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera, entitas anak DSSA, atas saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paula Verhoeven Tak Mau Manjakan Anak, Ajarkan Kerja Keras Lewat Cuci Piring hingga Menyapu
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Rehan/Gloria Tersingkir dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 Usai Takluk Dramatis dari Pasangan Taiwan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Tiba di NTT, Gibran Wapres Bersama Mahasiswa UI Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Optimal
• 42 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Bareskrim Ungkap Penipuan Modus Manipulasi Email, Korbannya Perusahaan asal AS
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Tarif Rp 0, Kemenkum Bali Dorong Musisi Daftarkan Hak Cipta
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.