Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mengapresiasi kolaborasi Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani dalam memperkuat produksi bawang putih sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Rajiv dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026, mengatakan penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri.
"Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran polda dan polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih," kata Rajiv.
Menurut Rajiv, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret melalui perluasan lahan sekaligus kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan petani di berbagai wilayah.
"Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah," ujarnya.
Ribuan Petani Terlibat dalam Penanaman SerentakProgram penanaman serentak dinilai penting karena swasembada pangan membutuhkan perluasan basis produksi, peningkatan produktivitas petani, kesinambungan musim tanam, serta dukungan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Di Sembalun, panen dilakukan pada lahan seluas 105 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.050 ton bawang putih.
Pada saat bersamaan, penanaman baru disiapkan di lahan seluas 120 hektare untuk menjaga keberlanjutan produksi.
"Ini penting karena swasembada harus dibangun sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial pada satu momentum panen," katanya.
Berdasarkan informasi Divisi Humas Polri, penanaman serentak juga dilaksanakan di 14 wilayah polda dengan luas lahan mencapai 279,53 hektare dan potensi produksi hampir 2.800 ton bawang putih.
Kegiatan tersebut melibatkan 2.174 petani yang tergabung dalam 110 kelompok tani.
"Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Karena tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional," ujarnya.
Rajiv Dorong Program Berlanjut hingga Kepastian PasarRajiv berharap program tersebut terus dikembangkan melalui pendampingan budi daya, penggunaan benih berkualitas, peningkatan produktivitas, kepastian pasar, pembangunan sarana penyimpanan, serta penyesuaian kalender tanam dengan karakteristik setiap daerah.
Langkah tersebut dinilai diperlukan agar perluasan areal tanam mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih.
"Saya berharap langkah yang telah dimulai Kapolri dan jajarannya tidak berhenti pada penanaman," katanya.
Rajiv menyebut tantangan berikutnya adalah menjaga produktivitas, memastikan hasil panen terserap pasar, mempertahankan harga yang menguntungkan petani, serta membangun ekosistem bawang putih nasional dari hulu hingga hilir.
"Kalau konsistensi ini dapat dijaga, kontribusinya terhadap kemandirian pangan Indonesia akan semakin nyata," ujarnya.
Rajiv juga mendorong pengawalan program secara konsisten, perluasan keterlibatan petani, dan peningkatan produktivitas untuk memperkuat basis produksi bawang putih nasional.
Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun tersebut turut dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri.




