Grid.ID – Film Rumah Singgah hadir dengan pesan tentang harapan, kebersamaan, dan arti sebuah perjuangan. Salah satunya dengan menyelipkan simbol budaya Jepang yang membuat ceritanya terasa semakin emosional dan penuh makna.
Tampak jelas di poster, bangau kertas atau origami menjadi simbol yang mencuri perhatian dalam film Rumah Singgah. Bukan sekadar pemanis visual, kehadirannya memiliki arti khusus yang berkaitan erat dengan perjalanan para karakter.
Sang sutradara, Dyan Sunu, mengungkapkan bahwa penggunaan bangau kertas dalam Rumah Singgah, terinspirasi dari tradisi Jepang bernama Senbazuru. Tradisi tersebut dikenal dengan pembuatan seribu bangau kertas origami yang memiliki makna tentang harapan.
“Film ini mencoba mengolaborasikan antara humanity dan tradisi Jepang Senbazuru itu. Seribu bangau kertas origami itu,” ungkap Sunu ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (19/8/2026).
Hadirnya simbol bangau kertas dalam film ini, menjadi bukti konflik setiap perjalanan para karakter dalam film. Simbol ini juga menjadi bagian kecil yang memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan Rumah Singgah.
Setiap lipatan origami yang dibentuk menjadi bangau dalam film ini, seolah menggambarkan doa, perjuangan, dan keinginan untuk tetap percaya bahwa masih ada harapan meski berada dalam situasi sulit.
Menurut Sunu, kehadiran simbol tersebut juga menjadi salah satu elemen yang membuat Rumah Singgah memiliki warna berbeda. Cerita yang sudah kuat secara emosional dibuat semakin menyentuh melalui benda-benda yang memiliki makna tersendiri.
“Di situlah perbedaan film Rumah Singgah ini menjadi lebih ‘kena’ masuk ke hati kita. Terlepas dari riset, dalam film tentunya butuh mekanik yang punya arti dan nilai,” ujar Sunu.
Lewat bangau kertas, film ini mengajak penonton melihat bahwa harapan bisa hadir dalam berbagai bentuk. Benda sederhana pun dapat menjadi pengingat tentang doa dan perjuangan seseorang untuk terus bertahan.
Sunu juga berharap kisah dan tradisi yang dihadirkan dalam film Rumah Singgah dapat memberikan inspirasi bagi penonton dalam memaknai berbagai perjalanan hidup.
“Ada barang-barang yang memang punya arti punya nilai di dalam perjalanan setiap karakter dalam film ini. Semua rasa ini kita harapkan bisa memberikan inspirasi bagi penonton,” tutupnya.(*)
Artikel Asli




