Hapus Sekat, Cloudera Buka Arsitektur untuk Berbagi Data Lintas Platform

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Singapura: Cloudera memperkenalkan evolusi arsitektur terbarunya dengan nama kode Kona pada ajang pembukaan Cloudera Evolve 2026 di Singapura. Mengusung pendekatan Open Lakehouse, perusahaan penyedia platform data enterprise ini ingin mengakhiri era keterikatan vendor dengan membuka kapabilitas berbagi data secara mulus ke berbagai ekosistem teknologi pihak ketiga.
 
Langkah ini menandai puncak dari roadmap Cloudera yang menggabungkan Cloudera Data Platform (CDP) Runtime 7.3.2 dan Data Services 1.5.5 ke dalam satu arsitektur yang solid. Melalui implementasi REST Catalog dan REST API berbasis Apache Iceberg, Cloudera kini memungkinkan data diakses secara terpadu, melintasi platform analitik lain seperti Snowflake, Databricks, hingga Salesforce.
 
Chief Technology Officer (CTO) Cloudera, Sergio Gago, menegaskan bahwa interoperabilitas dan keterbukaan data telah menjadi kebutuhan mutlak bagi perusahaan berskala besar dalam mengelola arsitektur data modern.

"Selama dua tahun terakhir, Cloudera fokus penuh pada keterbukaan dan interoperabilitas. Hal itu kini terealisasi paling nyata melalui Kona dengan kapabilitas data sharing kami. Melalui REST catalog dan REST API untuk Apache Iceberg, kami memungkinkan pertukaran data tidak hanya di seluruh lingkungan Cloudera, tetapi juga di seluruh lanskap vendor Anda yang kompleks," ujar Sergio dalam sesi Product Update Keynote.
 
Sergio menambahkan bahwa kemampuan memvirtualisasikan data lake di atas berbagai repositori data merupakan terobosan besar bagi efisiensi perusahaan. Format tabel terbuka menjadi fondasi utama yang mengalir di seluruh mesin pemrosesan data, mulai dari Apache Spark, Apache Flink, hingga Apache NiFi, yang seluruhnya disatukan melalui lapisan tata kelola dan keamanan Shared Data Experience (SDX).
 
Selain fleksibilitas pada lapisan katalog data, arsitektur Kona juga memberikan kebebasan penuh pada lapisan penyimpanan objek (object store). Cloudera tidak lagi membatasi pelanggan pada sistem penyimpanan bawaan seperti Apache Ozone, melainkan membuka dukungan penuh untuk seluruh penyimpanan pihak ketiga yang kompatibel dengan protokol S3A, termasuk memperkuat kemitraan strategis bersama VAST Data.
 
"Ini adalah tentang pilihan dan fleksibilitas. Hingga saat ini, jika menggunakan object store, pilihannya adalah Ozone. Kami menyukai Ozone, tetapi kami tidak ingin memaksakan pilihan itu. Mulai dari Kona, penyimpanan objek apa pun yang kompatibel dengan S3A dapat digunakan bersama produk Cloudera," kata Sergio.
 
Guna menjaga efisiensi biaya dan performa di lingkungan data yang kian terdistribusi, Cloudera melengkapi ekosistem ini dengan fitur Lakehouse Optimizer. Fitur ini bekerja otomatis untuk melakukan pembersihan berkala, pemadatan file (compaction), serta pengurutan data guna mempercepat eksekusi kueri analitik.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Tersangka Tahun Lalu, Eks Kakanwil Pajak Baru Ditahan KPK Hari Ini
• 16 jam laludetik.com
thumb
Kejuaraan Dunia BWF 2026: Menangkan Perang Saudara, Rachel/Febi Tembus 16 Besar
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
KRL Bogor Line Tertabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Operasional Terganggu
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
PPRE Raih Kontrak Baru Rp1,5 Triliun hingga Kuartal II-2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Waka Komisi II: Para Kepala Daerah Rekrut Timses Jadi Tenaga Honorer
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.