Perbaikan kebocoran pipa PVC 16 milik Perumda Tirta Pakuan di Jalan Rancamaya, Kota Bogor, mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami gangguan pasokan air.
Wilayah yang terdampak di antaranya Perumahan Rancamaya, Kelurahan Kertamaya, Kelurahan Pakuan, Kelurahan Harjasari, Kelurahan Sindangsari, Kelurahan Sindangrasa, Kelurahan Muarasari, dan Jalan Raya Wangun.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bogor, H. Edi Kholki Zaelani, meminta Perumda Tirta Pakuan segera menyelesaikan perbaikan pipa tersebut.
"Jadi harus ada solusi bagaimana perbaikan itu bisa singkat, bisa tidak mengganggu layanan terhadap pelanggan," ujar Edi saat dihubungi, Kamis (20/8).
Menurut Edi, masyarakat sangat bergantung pada layanan air dari Perumda Tirta Pakuan. Karena itu, perbaikan pipa diharapkan tidak berlangsung terlalu lama dan mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
"Bagaimanapun, masyarakat memang sangat tergantung terhadap saluran PDAM tersebut," ucapnya
Meski telah ada informasi mengenai perbaikan pipa, Edi meminta Perumda Tirta Pakuan menyiapkan tangki air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gangguan pasokan.
"Ya, solusinya harus tangki-tangki air disiapkan untuk menjaga masyarakat bisa menggunakan air," katanya.
Edi menuturkan, dalam rencana bisnis Perumda Tirta Pakuan, penggantian pipa-pipa lama dengan pipa baru juga perlu dilakukan secara bertahap.
Menurut dia, langkah tersebut harus diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Sebab, banyak warga Kota Bogor kini bergantung pada layanan Perumda Tirta Pakuan dan tidak lagi menggunakan sumur.
"Itu kan harus juga diimbangi dengan kebutuhan masyarakat terhadap air. Karena di Kota Bogor ini sudah banyak yang tergantung terhadap PDAM. Jadi sudah meninggalkan sumur-sumur," ucapnya.





