Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade memastikan pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, telah rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Jembatan Gantung Koto Rawang sebelumnya hancur akibat bencana galodo yang terjadi beberapa waktu lalu dan bahkan telah menelan korban jiwa.
Kepastian itu disampaikan Andre saat mengunjungi langsung Jembatan Gantung Koto Rawang bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi, Kamis (20/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Andre didampingi Kepala Dinas PUPR Pessel Jaferi, Pj Wali Nagari Koto Rawang Safrul, unsur kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga setempat.
Andre mengatakan, rampungnya Jembatan Gantung Koto Rawang menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang diperjuangkannya melalui pemerintah pusat mulai terealisasi. Ia menyebut, dari lima Jembatan Gantung yang diusulkan untuk dibangun di Pesisir Selatan, tiga di antaranya telah selesai, sedangkan dua lainnya ditargetkan dapat dituntaskan pada Desember 2026.
"Alhamdulillah hari ini kita bisa mengunjungi Jembatan Gantung di Koto Rawang. Janji kami sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra sudah dipenuhi di Koto Rawang," kata Andre yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar.
Menurut Andre, pembangunan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur Sumatera Barat pascabencana.
Andre menjelaskan, pemerintah pusat menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Sumbar secara bertahap hingga 2028 dengan total sekitar Rp 18 triliun. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp 4,8 triliun berada pada sektor yang ditangani Balai Jalan Nasional dan dialokasikan untuk berbagai daerah di Sumbar, termasuk Pesisir Selatan.
"Anggaran rehab-rekon yang disediakan pemerintah pusat untuk Sumatera Barat sebesar Rp18 triliun. Itu bertahap dari 2025 sampai 2028. Untuk Balai Jalan Nasional ada sekitar Rp4,8 triliun yang dibagi untuk Agam, Pariaman, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kota Solok, Kabupaten Solok, Tanah Datar dan daerah lainnya," ujar Andre.
Andre juga meminta Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tidak ragu menyampaikan kebutuhan infrastruktur kepada BPJN Sumbar. Ia meminta Kepala Dinas PUPR Pessel berkoordinasi langsung dengan Kepala BPJN Sumbar agar berbagai kebutuhan, khususnya pembangunan dan perbaikan Jembatan Gantung, dapat diperjuangkan dan dieksekusi secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan, pembangunan lima Jembatan Gantung di Pesisir Selatan merupakan tindak lanjut usulan pemerintah daerah yang turut disampaikan Andre kepada Menteri Pekerjaan Umum.
"Setelah Pak Andre bertemu dengan Pak Menteri, Pak Menteri menugaskan kami untuk melaksanakan pembangunan ini. Dari lima Jembatan Gantung itu, alhamdulillah tiga sudah bisa kita realisasikan. Salah satunya yang kita kunjungi sekarang adalah Jembatan Gantung Koto Rawang," kata Elsa Friandi.
Friandi menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang mulai dikontrak pada Desember 2025 dan selesai pada Agustus 2026. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter. Nilai kontraknya mencapai Rp7,049 miliar dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender.
Berdasarkan papan informasi proyek, kontrak pembangunan dimulai 8 Desember 2025. Pekerjaan telah mencapai progres 100 persen dan serah terima pertama pekerjaan atau PHO dilaksanakan pada 4 Agustus 2026.
Masa pemeliharaan ditetapkan selama 365 hari kalender dengan rencana PHO pada 3 Agustus 2027. Pembangunan jembatan mencakup sejumlah pekerjaan struktur, antara lain dinding sumuran, beton pylon, bronjong, pemasangan rangka jembatan, lantai jembatan dan elemen struktur lainnya.
Friandi juga menjelaskan mengenai penggunaan Jembatan Gantung Koto Rawang yang menjadi perhatian masyarakat. Sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum, jembatan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat hanya diperbolehkan melintas dalam kondisi darurat, seperti ambulans yang membawa warga sakit.
"Kalau untuk selalu dilewati kendaraan, kami khawatir umur jembatan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk kasus emergency, seperti ambulans, masih bisa lewat," jelasnya.
Elsa Friandi berharap masyarakat bersama-sama menjaga Jembatan Gantung Koto Rawang agar dapat bertahan sesuai umur rencana dan terus mendukung aktivitas warga Koto Rawang dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesisir Selatan, Jaferi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Anggota DPR RI Komisi VI Andre Rosiade atas komitmen serta pengawalan aspirasi pembangunan infrastruktur di Pesisir Selatan.
Jaferi menegaskan bahwa peran aktif Andre Rosiade sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mendorong percepatan alokasi lima jembatan gantung oleh BPJN Sumbar, yang mana tiga di antaranya-Jembatan Koto Rawang, Duku, dan Limau Gadang-kini telah rampung dan beroperasi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Jaferi berharap sinergi dan perhatian Andre Rosiade terhadap daerahnya dapat terus berlanjut ke depan. Pemkab Pesisir Selatan saat ini telah menyerahkan proposal rehabilitasi untuk delapan unit jembatan tambahan yang rusak akibat bencana alam tahun 2024 dan 2025.
Jaferi meyakini dengan pengawalan intensif dari Andre Rosiade di tingkat pusat dan Kementerian PU, usulan pembangunan jembatan penyeberangan tersebut dapat kembali diprioritaskan demi memulihkan akses mobilitas, pendidikan, serta perekonomian masyarakat Pesisir Selatan secara menyeluruh.
Pj Wali Nagari Koto Rawang Safrul menyampaikan apresiasi kepada Andre Rosiade yang telah memperjuangkan pembangunan Jembatan Gantung tersebut. Menurutnya, masyarakat selama ini menggunakan akses jembatan yang kondisinya tidak layak dan bahkan telah menyebabkan korban jiwa.
"Bapak Andre datang pas siapnya jembatan yang diidam-idamkan masyarakat Koto Rawang. Selama ini kami memakai jembatan yang tidak layak pakai dan sudah memakan korban," ujarnya.
Tokoh pemuda Koto Rawang Almuadi Alifan juga menyampaikan terima kasih kepada Andre Rosiade yang dinilai telah memperjuangkan pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang sekaligus membantu menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat Pesisir Selatan.
Andre menegaskan, penyelesaian Jembatan Gantung Koto Rawang bukan akhir dari perjuangan. Ia meminta pemerintah daerah terus menyampaikan kebutuhan masyarakat, sementara dirinya bersama pemerintah pusat dan BPJN Sumbar akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur pascabencana di Pesisir Selatan dapat dilakukan secara bertahap.
"Yang masih kurang dan membutuhkan bantuan di Pesisir Selatan, kita dorong agar bisa dieksekusi. Khususnya jembatan-jembatan yang masih dibutuhkan masyarakat," tegas Andre.
(gbr/gbr)





