Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menegaskan pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi salah satu bukti nyata perhatian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Andre saat meninjau jembatan tersebut bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi, Kamis (20/8/2026).
Andre mengatakan, jembatan tersebut sebelumnya putus akibat bencana banjir pada 2024, sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden. Kini, jembatan itu telah kembali dibangun dan selesai dikerjakan. “Jembatan ini putus sebelum Pak Prabowo jadi presiden. Dan alhamdulillah setelah Pak Prabowo jadi presiden, jembatan ini dibangun,” kata Andre di hadapan masyarakat yang langsung menjawab, “Iyo!”
Menurut Andre, pembangunan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen yang selama ini disampaikannya untuk membawa anggaran pembangunan dalam jumlah besar ke Sumbar. Ia menyebut, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah menyiapkan anggaran hampir Rp19 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi Sumbar akibat bencana alam.
“Ini menunjukkan bahwa janji kami kalau Pak Ambo jadi presiden, triliunan rupiah kami bawa ke Sumbar, ini salah satu kita wujudkan,” tegas Andre.
Andre menjelaskan, anggaran rehab-rekon tersebut mencakup sejumlah daerah yang terdampak bencana, termasuk Pesisir Selatan, Padang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Agam hingga Pasaman. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap pada 2025 hingga 2028.
Dalam kesempatan itu, Andre juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan lainnya. Ketika warga menyampaikan persoalan tanggul dan normalisasi sungai untuk melindungi sawah dari ancaman longsor dan luapan air, Andre langsung menyatakan akan meneruskannya kepada Balai Wilayah Sungai (BWS). “Besok ambo panggil Pak Kepala BWS, ambo sampaikan ko tolong salah satu yang dibantu, diprioritaskan,” ujarnya.
Andre menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada satu proyek. Setelah memastikan kebutuhan masyarakat terkait jembatan terpenuhi, ia meminta agar aspirasi lain disampaikan untuk dikawal melalui pemerintah dan kementerian terkait. Langkah itu, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan, pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang–Batu Kunik merupakan pekerjaan Kementerian Pekerjaan Umum melalui PPK 2.4 Provinsi Sumatera Barat. Jembatan tersebut berada di Jalan Nasional Padang–Painan Km 83,7, memiliki bentang 80 meter dan lebar jalur 1,80 meter. Pekerjaan bernilai kontrak Rp4,65 miliar itu dilaksanakan selama 240 hari kalender sejak kontrak 19 Desember 2025 dengan target PHO 15 Agustus 2026.
Berdasarkan panel informasi kegiatan Kementerian PU, progres fisik dan keuangan pembangunan telah mencapai 100 persen. Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan akses yang terdampak banjir 2024 dan diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus meningkatkan perekonomian serta aktivitas pertanian masyarakat Kampung Lumpo, Limau Gadang–Batu Kunik.
Dalam peninjauan tersebut, Andre turut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan Jaferi, unsur kepolisian, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda serta pihak pelaksana pembangunan.
Wali Nagari Limau Gadang Lumpo Feri Naldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andre Rosiade serta jajaran Kementerian PU atas terealisasinya pembangunan jembatan tersebut. Ia mengatakan keberadaan jembatan kembali memperlancar transportasi masyarakat dan mewujudkan harapan yang telah lama dinantikan warga.
“Terima kasih Pak Andre Rosiade dan semua pihak yang telah membantu membangun jembatan ini. Jembatan ini telah memperlancar transportasi masyarakat dan mewujudkan keinginan masyarakat dari dulu,” kata Feri.





