Grid.ID - Sarwendah memberikan klarifikasi mengenai jalannya proses mediasi yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Ia menilai ada sejumlah informasi yang beredar mengenai proses tersebut yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kejadian sebenarnya.Klarifikasi itu disampaikan Sarwendah melalui unggahan di Instagram yang dikutip pada Kamis (20/8/2026). Ia merasa perlu memberikan penjelasan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Beberapa waktu belakangan, beredar informasi terkait jalannya Mediasi kemarin yang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Oleh karena itu saya rasa perlu meluruskan beberapa hal agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik," tulis Sarwendah di Instagram yang dikutip pada Kamis (20/8/2026).
Sarwendah mengatakan bahwa dirinya memang memberikan respon saat pihak Ruben Onsu mengatakan informasi yang tidak sesuai dengan fakta, khususnya terkait anak-anak. Namun, ia tegas membantah jika dirinya marah-marah hingga menunjuk pihak kuasa hukum mantan suaminya tersebut.
"Terkait jalannya Mediasi dan dinamika di dalam ruang Mediasi: Pernyataan Kuasa Hukum penggugat dan pemberitaan bahwa saya marah-marah, menunjuk, hingga berdiri adalah tidak benar. Yang terjadi adalah saya merespons pernyataan pihak penggugat yang tidak sesuai fakta, khususnya mengenai anak-anak," katanya.
Ia juga memberikan penjelasan mengenai situasi yang terjadi antara dirinya dengan tim pengacara pihak penggugat.
Menurut Sarwendah, justru terdapat salah satu anggota tim pengacara pihak penggugat yang membentaknya dengan nada tinggi. Ia mengatakan dirinya tidak dapat begitu saja diam ketika pembahasan mengenai anak-anak disampaikan dengan informasi yang menurutnya keliru di hadapan mediator.
"Justru dalam proses tersebut, salah satu anggota tim pengacara pihak penggugat yang membentak saya dengan nada tinggi. Sebagai seorang ibu, wajar jika saya tidak bisa tinggal diam ketika fakta tentang anak-anak disampaikan secara keliru di hadapan Mediator," ungkapnya.
Ibu tiga anak itu menegaskan bahwa dirinya datang ke proses mediasi bukan untuk mencari persoalan atau menciptakan konflik. Kehadirannya merupakan bagian dari proses hukum yang harus dijalani.
"Saya hadir bukan untuk berkonflik, melainkan dengan itikad baik guna menjalani mediasi sebagai bagian dari proses persidangan," ungkap Sarwendah.
Selain membantah informasi mengenai sikapnya saat mediasi, Sarwendah juga memberikan penjelasan mengenai persoalan hak anak untuk bertemu dengan ayahnya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melarang atau menghalangi anak-anak bertemu dengan ayah mereka. Menurut Sarwendah, hubungan antara anak dan ayah merupakan hak anak yang harus tetap dihormati.
Ia menjelaskan bahwa perhatian yang selama ini disampaikan berkaitan dengan anak bukan bertujuan untuk membatasi pertemuan tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk kepedulian seorang ibu terhadap kondisi anak.
"Terkait hak bertemu anak-anak: Saya tidak pernah, dan tidak akan pernah menghalangi anak-anak untuk bertemu ayahnya karena itu adalah hak mereka. Yang saya sampaikan semata-mata bentuk kepedulian wajar seorang ibu untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan anak-anak, di mana pun dan dengan siapa pun mereka berada. Ini adalah tanggung jawab bersama kedua orang tua," tegasnya.
Sarwendah kemudian menjelaskan mengenai agenda mediasi yang telah dijalaninya. Ia menyebut telah menyelesaikan tugas yang diberikan mediator, salah satunya dengan membawa hasil pemeriksaan kesehatan.
Menurut Sarwendah, hal tersebut merupakan bentuk komitmen dirinya dalam mengikuti proses mediasi dan memberikan informasi yang berkaitan dengan kondisi anak.
Ia mengatakan tetap berharap proses yang sedang berlangsung dapat menemukan jalan keluar. Sarwendah juga berharap seluruh pihak dapat mencari penyelesaian dengan mempertimbangkan kepentingan anak.
"Dalam agenda mediasi kemarin, saya bahkan telah menuntaskan tugas dari mediator, salah satunya dengan membawa hasil pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk komitmen nyata meskipun hal yang sama belum dilakukan oleh pihak penggugat. Ke depan, saya tetap berharap kita bisa menemukan titik terang demi kepentingan terbaik anak-anak," kata Sarwendah.
Sarwendah juga menanggapi persoalan mengenai transparansi pengeluaran biaya anak. Ia menyatakan tidak keberatan apabila pengeluaran tersebut perlu diketahui dan dipertanggungjawabkan melalui mekanisme yang sesuai.
Menurutnya, tidak ada pengeluaran yang perlu ditutupi. Ia bahkan menyatakan terbuka apabila pihak yang memiliki kewenangan secara hukum membutuhkan informasi mengenai biaya tersebut.
Ia mengatakan seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan anak dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak yang memang memiliki kewenangan untuk meminta dan menerima informasi tersebut.
"Terkait transparansi pengeluaran biaya anak: Saya sama sekali tidak keberatan dan sangat terbuka, karena tidak ada hal yang perlu ditutup-tutupi. Seluruh pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pihak-pihak yang secara hukum berwenang meminta dan menerimanya," tegas Sarwendah.
Di bagian akhir klarifikasinya, Sarwendah mengatakan akan tetap menjalani seluruh proses yang sedang berlangsung. Ia menyatakan keyakinannya terhadap kebenaran dan keadilan serta masa depan anak-anaknya.
"Saya menjalani seluruh proses ini dengan keyakinan penuh pada kebenaran, keadilan, serta masa depan anak-anak saya. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang senantiasa mendoakan dan mendukung kami sekeluarga. Salam hangat, Sarwendah," tutupnya. (*)
Artikel Asli




