VIVA – Generasi Z atau Gen Z kerap mendapat cap sebagai generasi yang kurang tahan bekerja keras. Cara mereka memandang pekerjaan memang cukup berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka lebih memperhatikan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, kesehatan mental, hingga fleksibilitas dalam bekerja.
Namun, sejumlah kebiasaan yang terlihat seperti kemalasan ternyata justru bisa membantu meningkatkan produktivitas di tempat kerja. Alih-alih menghabiskan seluruh waktu untuk bekerja, Gen Z cenderung mencari cara agar energi dan waktu yang dimiliki bisa digunakan secara lebih efektif.
Berikut enam kebiasaan kerja Gen Z yang sering disalahartikan sebagai kemalasan, tetapi justru dapat mendukung produktivitas, melansir dari YourTango.
Bagi sebagian pekerja, akhir pekan biasanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah atau beristirahat setelah menjalani rutinitas yang melelahkan. Gen Z memiliki pendekatan berbeda dengan memanfaatkan waktu luang untuk melakukan perjalanan singkat atau micro-trip.
Alih-alih menghabiskan seluruh jatah cuti sekaligus, mereka memilih mengambil beberapa liburan pendek sepanjang tahun. Cara ini membuat mereka memiliki sesuatu yang bisa dinantikan di luar pekerjaan.
Kebiasaan tersebut juga dapat membantu menjaga suasana hati sehingga mereka kembali bekerja dengan energi yang lebih baik. Jadi, sering bepergian singkat tidak selalu berarti tidak serius dengan pekerjaan.
2. Memiliki pekerjaan sampinganGen Z juga dikenal dekat dengan budaya side hustle. Mereka tidak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan, tetapi mencoba berbagai pekerjaan kontrak, proyek lepas, hingga bisnis kecil.
Menurut Harris Poll yang dikutip dalam artikel sumber, 57 persen Gen Z mengaku memiliki pekerjaan sampingan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan generasi lainnya.
Bagi generasi sebelumnya, berpindah-pindah proyek mungkin terlihat seperti tidak memiliki komitmen. Namun, bagi Gen Z, fleksibilitas justru menjadi bagian penting dalam menentukan pola kerja. Mereka berusaha menciptakan karier yang sesuai dengan kemampuan, kebutuhan finansial, dan gaya hidup.
3. Mengambil jeda panjang saat masih mudaKonsep micro-retirement atau pensiun sementara juga mulai mendapat perhatian dari Gen Z. Mereka tidak selalu ingin menunggu usia tua untuk menikmati hasil kerja.





