Gempa Susulan Terus Terjadi di NTT, Jumlah Pengungsi Melonjak Hingga 92 Ribu Orang

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa susulan masih terus terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga hari kelima setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7. Berdasarkan data hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat 3.752 kali gempa susulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan beberapa gempa susulan dirasakan guncangannya oleh warga. Bahkan, gempa susulan yang terjadi pada Kamis sekitar pukul 10.47 WIB terjadi tercatat memiliki kekuatan M 5,7 yang guncangannya cukup besar dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga
  • Tangani Korban Gempa NTT, Indonesia Belum Perlu Bantuan Asing
  • Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT
  • Bantu Korban Gempa NTT, Ini Cara Pertamina Hidupkan Gotong Royong

"Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga," kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis sore.

Berton menyatakan, banyaknya gempa susulan yang terjadi menbuat jumlah pengungsi mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data terakhir, jumlah pengungsi di tujuh kabupaten terdampak mencapai 92.735 ribu orang. Angka itu meningkat 33.088 orang dibandingkan data sebelumnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Tak hanya itu, rumah yang mengalami kerusakan juga bertambah. BNPB mencatat saat ini berjumlah 36.163 unit, atau bertambah 7.187 unit.

Berton menambahkan, jumlah korban jiwa akibat bencana itu juga mengalami penambahan menjadi 75 orang, atau bertambah empat orang dari data sebelumnya. Adapuns rinciannya, di Kabupaten Sikka bertambah dua orang korban jiwa, Manggarai bertambah satu orang, Nagekeo bertambah satu orang.

Tak hanya itu, jumlah korban luka juga bertambah menjadi 907 jiwa dari semula 898 jiwa. Penambahan itu tercatat berasal dari Kabupaten Ngada sebanyak sembilan jiwa.

"Kami sekali lagi menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya teruntuk untuk keluarga, handai taulan, tetangga, dan seluruh kenalan serta seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Film Operasi Pesta Copet Tayang 27 Agustus 2026, Kisah Persahabatan di Balik Aksi Nekat di Pestapora
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Menyusuri Hari Pertama ASTINDO Travel Fair 2026
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
UNY Beri Keringanan hingga Pembebasan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kantor Imigrasi Bali Selidiki 3 WNA Israel yang Diusir dari Gym
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bamus Betawi Ajak Warga Pati Sampaikan Aspirasi di Jakarta Secara Damai
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.