Jempol Trans Bakal Hadir di Tangsel, Dishub Antisipasi Gesekan dengan Angkot

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah potensi gesekan antara layanan angkutan umum baru, Jempol Trans, dengan angkutan kota (angkot) yang sudah beroperasi.

Rencana pengoperasian Jempol Trans rute Pondok Cabe-Alam Sutera saat ini masih dalam tahap awal penjajakan. Pengelola layanan tersebut sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Tangsel pada Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Transportasi Baru di Tangsel, Jempol Trans Siap Hubungkan Pondok Cabe-Alam Sutera

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Tangsel Ahmad Arofah mengatakan, sejauh ini belum ada penolakan dari para pengemudi angkot lokal. Namun, potensi persinggungan trayek tetap perlu diantisipasi sejak awal.

"Sampai saat ini sih belum (ada penolakan). Sebab ini kan memang baru rencana, kemarin itu baru penjajakan untuk rencana transportasi umum dari Pondok Cabe ke Alam Sutera," ujar Arofah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/8/2026).

Ada Potensi Gesekan di Pamulang dan Rawa Buntu

Arofah menjelaskan, berdasarkan pemetaan awal rute Jempol Trans, terdapat sejumlah titik yang berpotensi bersinggungan dengan trayek angkot yang sudah ada.

"Dari rute itu sebetulnya ada beberapa gesekan, seperti di Rawa Buntu itu ada potensi. Terus kemudian di jalan dari Pondok Cabe ke arah belokan Pamulang, itu juga ada potensi," kata Arofah.

Karena itu, Dishub Tangsel tidak ingin terburu-buru menetapkan rute maupun membangun prasarana pendukung sebelum proses pemetaan dan mitigasi bersama pengemudi angkot selesai dilakukan.

Baca juga: Macet di BSD Tangsel Pagi Ini, Truk Tertimpa Pohon hingga Tutup Sebagian Jalan

Menurut Arofah, langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana keberadaan Jempol Trans nantinya dapat bersinggungan dengan angkot yang telah beroperasi di jalur tersebut.

"Nah, itu yang kami akan mitigasi dulu sampai sejauh mana angkot-angkot ini nanti kalau misalnya ada transportasi umum dari PT Jempol yang akan masuk. Kami mitigasi dulu, baru kemudian setelah itu berbarengan dengan penetapan titik haltenya," tutur Arofah.

Jempol Trans Masih Tahap Penjajakan

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah mengkaji rencana pengoperasian Jempol Trans yang akan menghubungkan Pondok Cabe hingga Alam Sutera.

Layanan angkutan massal tersebut direncanakan beroperasi secara mandiri tanpa menggunakan subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tangsel.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret keseruan Festival Air di Hainan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Jumat, 21 Agustus 2026: BMKG Prediksi Cerah
• 48 menit laludisway.id
thumb
Kesaksian Warga saat Gempa Bantul, Terdengar Gemuruh dan Tanah Bergetar
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Menteri PU: Perbaikan Jembatan Wae Pesi NTT jadi prioritas utama
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Anggarkan Rp31 Triliun untuk Naikkan Status PPPK, Guru Jadi Prioritas
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.