MAUMERE, KOMPAS - Sebanyak 10 ton bantuan Polri untuk korban gempa dikirim menggunakan kapal menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026) malam. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi yang berada paling dekat dengan episentrum gempa Magnitudo 7,7 itu.
Pengiriman bantuan itu dilakukan Kepala Polda NTT Inspektur Jenderal Rudi Darmoko dari Pelabuhan Wuring, Maumere. Bantuan diangkut menggunakan Kapal Polisi Kasturi 6002 dengan perkiraan waktu tempuh sekitar lima jam pelayaran.
"Sampaikan salam dari bapak Kapolri dan seluruh anggota kepada para korban bencana di sana. Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak gempa," kata Rudi.
Menurut rencana, besok pagi sejumlah pejabat akan berkunjung ke Palue untuk menyerahkan bantuan dan melihat dari dekat kondisi korban di sana. Dengan kunjungan itu, akan ada tindak lanjut pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.
Kompas ikut dalam pengiriman bantuan tersebut. Pada Senin lalu, Kompas mendatangi Palue yang saat itu masih terisolasi lantaran terputusnya jaringan telekomunikasi, lumpuhnya aliran listrik, serta jalan antaradesa tertimbun longsor sehingga tidak bisa dilewati.
Pada Senin sore dilaporkan, longsor akibat gempa yang menutupi akses jalan di Pulau Palue hampir selesai dibuka ekskavator. Distribusi bantuan pun mulai lancar sehingga warga tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan makanan.
Serial Artikel
Wartawan ”Kompas” ke Palue, Pulau Terdekat Episentrum Gempa
Pulau Palue di Kabupaten Sikka, NTT, berada di tengah laut Flores. Pulau ini terdampak gempa cukup parah dan hingga 17 Agustus 2026 siang masih terisolasi.
"Sekarang tinggal satu desa saja, yakni Nitunglea. Ini yang masih agak berat. Desa-desa yang lain mobil sudah bisa tembus. Kami berterima kasih untuk progres yang cepat ini," Nestor Langga, guru yang juga pekerja kemanusiaan di Palue lewat sambungan telepon pada Kamis.
Setelah jalan terbuka, distribusi bahan makanan yang dibeli sendiri maupun bantuan dari berbagai pihak pun kembali lancar. Warga menggunakan mobil bak terbuka dan sepeda motor. Untuk jalan yang belum bisa ditembus, mereka berjalan kaki sambil memikul bahan makanan.
Oleh karena itu, Nestor minta agar bantuan yang sempat tertahan bisa segera didistribusikan ke Palue. Saat ini korban gempa di pulau itu sangat membutuhkan bantuan bahan, kebutuhan balita dan perlengkapan perempuan, tenda, dan kasur.
Di Pulau Palue terdapat delapan desa yaitu Ladolaka, Tuanggeo, Rokirole, Nitunglea, Maluriwu, Rerewairere, Kesokoja, dan Lidi. Jumlah penduduk di pulau itu lebih kurang 11.000 jiwa.
Nestor juga berharap, semakin banyak relawan kesehatan yang masuk ke Palue. Saat ini, hanya ada satu dokter di pulau itu.
”Banyak anak yang mulai sakit karena selama ini tidur di tenda dan kasur seadanya. Petugas kesehatan di sini mulai kerepotan," katanya.
Serial Artikel
Gempa Flores Mengguncang Nurani, Palue Memanggil Peduli
Tiga hari terisolasi pascagempa Flores, warga Palue mulai dijangkau bantuan. Pulau kecil itu masih menghadapi kerusakan, luka, dan keterbatasan akses.





