Jenderal Gatot Ingatkan Meritokrasi TNI Terancam jika Jabatan Dipengaruhi Politik

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Meritokrasi harus menjadi fondasi utama dalam menentukan kepemimpinan di tubuh TNI. Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo mengingatkan, jika promosi dan penempatan jabatan tidak lagi berdasarkan prestasi, kemampuan, moral, etika, pendidikan, dan pengalaman, profesionalisme serta netralitas TNI akan terancam.

“Ketika meritokrasi benar-benar ditegakkan, maka hanya orang-orang yang berprestasi yang akan memimpin TNI,” ujar Gatot dalam webinar “Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab” dengan tema “81 Tahun Merdeka: Menuju Indonesia Tangguh dan Berdaulat” yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), Rabu 19 Agustus 2026.

Baca Juga :
TNI Tegaskan Aceh Kondusif Usai Kericuhan Hari Damai: Aceh Adalah Indonesia!

Menurut Gatot, sistem merit di lingkungan TNI dibangun melalui proses panjang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari psikologi, moral, etika, pendidikan hingga pengalaman. Dari proses tersebut, hanya prajurit terbaik yang kemudian diproyeksikan untuk menduduki jenjang kepemimpinan.

Namun, Gatot mengingatkan bahaya jika sistem tersebut digantikan oleh kedekatan politik, hubungan keluarga, atau faktor nonprofesional lainnya. Kondisi itu, menurutnya, dapat menimbulkan frustrasi di kalangan prajurit yang telah bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa dalam menjalankan tugas.

“Untuk apa saya ke Papua sampai berdarah-darah, untuk apa saya berjuang, tapi ternyata yang naik orang yang tentara salon,” katanya.

Baca Juga :
9 Perempuan Disandera KKB di Mimika, Operasi Keamanan TNI-Polri Harus Diperkuat

“Mohon maaf saya agak kasar, orang-orang seperti itu adalah pelacur politik. Tentara itu tidak boleh begitu. Dia hanya bekerja, bekerja, bekerja yang terbaik untuk negeri ini. Biarkan pangkat pun adalah penghargaan,” tegas Panglima TNI periode 2015-2017 tersebut.

Dia menilai rusaknya meritokrasi juga dapat mengancam netralitas TNI. Jika prajurit melihat jabatan diberikan bukan karena kemampuan dan prestasi, tetapi karena kedekatan dengan kekuatan politik atau elite tertentu, kepercayaan terhadap sistem akan runtuh.

Baca Juga :
Prabowo Kirim 65 Ton Logistik ke NTT dengan Lima Pesawat TNI AU

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KRL Bogor-Jakarta Gangguan, Stasiun Manggarai Penuh Sesak Dipadati Penumpang
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Banjir Bertahun-tahun di Depok yang Akhirnya Surut
• 19 jam laludetik.com
thumb
Jamuan Rakyat: Semarak Merah Putih Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Transaksi Digital Tumbuh 28,69% per Juli 2026, QRIS Paling Tinggi
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pulang ke Ponorogo Usai Kabur ke Bali, 2 DPO Pengeroyokan Ditangkap Polisi
• 5 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.