HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kalla Rescue kembali menunjukkan komitmennya sebagai potensi Search and Rescue (SAR) yang aktif dalam misi kemanusiaan melalui partisipasi dalam Siaga SAR Merah Putih 2026 di Gunung Bawakaraeng. Kegiatan ini digelar selama 15-18 Agustus 2026 untuk mendukung upaya pencarian, pertolongan, dan penanganan kondisi darurat bagi masyarakat, khususnya para pendaki yang mengikuti pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ketua Kalla Rescue, Kurniawan Djaya, menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti pengibaran bendera di puncak Gunung Bawakaraeng setiap tahun berpotensi meningkatkan risiko kondisi darurat selama pendakian. Oleh karena itu, edukasi kepada para pendaki menjadi fokus utama agar mereka mempersiapkan kondisi fisik dan mental sejak jauh hari sehingga tetap prima selama pendakian.
“Selain itu, para pendaki juga diimbau untuk menjaga kelestarian hutan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau seperti saat ini,” jelas Kurniawan.
Dalam pelaksanaan Siaga SAR Merah Putih 2026, Kalla Rescue bersama 297 personel SAR gabungan dari berbagai instansi dan organisasi disiagakan di delapan titik strategis, mulai dari kawasan Lembah Ramma hingga puncak Gunung Bawakaraeng. Personel-personel ini bertugas memastikan proses pengamanan dan kepulangan para pendaki berjalan lancar.
Selama kegiatan, tercatat sebanyak 31 pendaki mengalami kendala fisik, seperti hipotermia, serangan asma, kelelahan parah, dan cedera kaki akibat jalur pendakian yang padat dan bersuhu dingin ekstrem. Kalla Rescue turut melakukan evakuasi dan penanganan terhadap pendaki yang sakit dan cedera tersebut.
Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengapresiasi kesiapsiagaan dan dedikasi Kalla Rescue yang konsisten hadir dalam Siaga SAR Merah Putih di Gunung Bawakaraeng selama beberapa tahun terakhir. Keikutsertaan ini memperkuat kontribusi perusahaan dalam berbagai aksi kemanusiaan.
“Kehadiran Kalla Rescue bukan hanya memberikan dukungan dalam proses evakuasi dan penanganan kondisi darurat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan pendakian serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Semangat kerelawanan ini merupakan wujud nyata kontribusi Insan KALLA untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Nadya.
Sejak resmi berdiri pada 2022, Kalla Rescue secara konsisten menjalankan misi kemanusiaan, pencarian, dan penyelamatan korban bencana. Tim yang beranggotakan 21 orang ini terdiri dari karyawan berbagai unit bisnis KALLA dan telah mengantongi sertifikasi SAR Nasional, menegaskan kesiapan dan profesionalisme dalam setiap operasi penyelamatan yang dilakukan. (*/)





