Trump Jatuhkan Sanksi Ekonomi Paling Menghancurkan untuk Iran, Ini Respons China

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China pada Kamis (20/8/2026) menentang penerapan sanksi ekonomi terbaru oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Beijing menegaskan bahwa, diplomasi menjadi cara untuk mengakhiri konflik.

"Menetapkan sanksi dan penekanan tidak akan membantu memecahkan masalah," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

Baca Juga
  • Peringatkan Amerika, Iran Bakal Produksi Rudal dengan Daya Hancur Hulu Ledak Lebih Besar
  • PM Netanyahu: Kami tak akan Toleransi Kehadiran Militer Turki di Suriah karena Mengancam Israel
  • Trump Umumkan Sanksi Ekonomi 'Paling Mematikan' Terhadap Iran

"China meminta pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah bertanggung jawab dan memecahkan masalah melalui cara-cara diplomasi dan politik," ujar Lin.

Donald Trump pada Rabu mengumumkan apa yang dia sebuh sebagai "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah diambil terhadap suatu negara." Langkah penerapan sanksi terbaru bertujuan untuk mengisolasi Iran dan mengingatkan negara-negara dan perusahaan yang membantu Teheran akan menerima konsekuensi serius.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Trump AS akan memotong saluran-saluran finansial dan komersial yang menyediakan dukungan ekonomi untuk Iran. "Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara manapun yang memperbolehkan institusi finansial, bisnis, bandara, atau entitas pemerintah yang menyediakan tipe garis kehidupan apapun untuk Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar," kata Trump.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Anadolu
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Era Perdagangan Bebas, Purbaya Ungkap PR Besar Pemerintah
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
4 Orang Tewas Ditabrak Kereta Api dalam Insiden Langka di Jepang
• 9 jam laludetik.com
thumb
Dokter Tifa Kembali Ajukan Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi, Sidang Perdana 28 Agustus
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Tantangan Praktik Audit dan Assurance di Era AI, IAPI dan BINUS University Gelar CPA Days 2026
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Tegaskan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.