Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Penguatan Integritas Demi Mewujudkan Pemerintahan Bersih

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkomitmen memperkuat integritas seluruh jajaran pemerintah daerah di wilayahnya. Langkah itu menjadi fondasi mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih, efektif dan akuntabel. Luthfi menyampaikan itu seusai Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah di Semarang, Kamis (20/8).

Kegiatan diikuti kepala daerah dan pimpinan DPRD dari Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Rakor dihadiri Wamendagri Akhmad Wiyagus, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Deputi Korsup KPK Ely Kusumastuti, Deputi BPKP Setya Nugraha, Deputi LKPP Setya Budi Arijanta dan Dirjen Otda Kemendagri Cheka Virgowansyah.

BACA JUGA: Ratusan Produk UMKM Penuhi Halaman Kantor Gubernur Jateng Selama 3 Hari

Hadir pula Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta 34 bupati/wali kota, para wakil kepala daerah, pimpinan DPRD, dan sekda se-Jawa Tengah, berikut perwakilan lima kabupaten/kota di DIY.

Luthfi mengapresiasi sinergi antarlembaga memperkuat upaya pencegahan korupsi. Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan dalam membangun integritas setiap orang.

BACA JUGA: Merdeka! Ahmad Luthfi: Semangat Kemerdekaan Harus Berbuah Kesejahteraan bagi Rakyat

“Integritas ini tidak gampang karena memerlukan penguatan bersama. Intinya, tidak boleh ada korupsi. Itu saja,” kata mantan Kapolda Jawa Tengah, itu.

Dia menambahkan bahwa keberhasilan membangun pemerintahan yang berintegritas pada akhirnya bergantung pada setiap orang yang menjalankan kewenangan. Luthi menegaskan sistem pengawasan dan regulasi harus ditaati dengan baik.

BACA JUGA: Job Fair Jateng Buka 4.817 Loker, Tersedia Juga buat Disabilitas

Luthfi berharap penguatan integritas tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan pembangunan daerah berjalan tepat sasaran.

Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa  sinergi pemerintah daerah dengan lembaga pengawasan akan terus diperkuat agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sementara itu, Akhmad Wiyagus mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dengan KPK, BPKP, dan LKPP untuk memperkuat integritas kepala daerah dalam mengelola APBD.

Menurut dia, integritas harus diterapkan secara nyata dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

“Harapan kami kembali kepada setiap kepala daerah, apakah benar-benar bisa menjaga integritas dan mengoperasionalkan integritas tersebut dalam pengelolaan keuangan daerah,” kata Wiyagus.

Dengan tata kelola yang baik, lanjut dia, pemerintah dapat memastikan seluruh anggaran digunakan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan demikian, kita dapat benar-benar meyakini bahwa tidak ada satu rupiah pun keuangan daerah yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya..

Penguatan integritas tersebut diarahkan pada delapan area prioritas, yakni perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik dan perizinan, pengawasan APIP, manajemen aparatur sipil negara, pengelolaan barang milik daerah, optimalisasi pajak dan retribusi daerah, serta penanganan konflik kepentingan, gratifikasi, dan pengaduan.

Perhatian juga diberikan pada pengelolaan BUMD dan BLUD, hibah dan bantuan sosial, pokok-pokok pikiran DPRD, bantuan keuangan, proyek strategis daerah, dana desa, sumber daya alam, serta program prioritas nasional di daerah.

Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah di Semarang, Kamis (20/8). Foto: Humas Pemprov Jateng

Johanis Tanak turut menekankan integritas menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai bentuk penyimpangan. Integritas harus tercermin dalam pikiran, perkataan, dan tindakan setiap penyelenggara negara.

“Kata kuncinya ada pada integritas. Apa yang ada dalam pikiran kita diharapkan merupakan pikiran yang baik, sesuai dengan ajaran agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Johanis.

Dia berharap anggaran pemda, baik yang dikelola eksekutif maupun legislatif, benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Setya Nugraha mendorong penguatan kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Inspektorat harus mampu menjadi mata dan telinga kepala daerah sekaligus memberikan peringatan dini terhadap risiko dalam pelaksanaan program.

“APIP harus benar-benar mampu memberikan early warning dan mencegah korupsi,” katanya.

Dia menekankan pengawasan tidak cukup hanya mengejar skor dan kelengkapan dokumen, tetapi harus menggambarkan kondisi tata kelola yang sebenarnya.

Perencanaan juga harus berorientasi pada hasil yang dirasakan masyarakat, bukan hanya jumlah rapat, dokumen, maupun besarnya serapan anggaran. (*/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK agendakan pemeriksaan WNA pada kasus dugaan pemerasan izin tinggal
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Cara Nonton Liga Inggris 2026/2027 di HP, Lengkap dengan Harga Paket Vidio
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jumlah warga Korsel berusia 100 tahun lebih naik tiga kali lipat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenhut Segel Area Kebakaran Hutan di Sumsel, Peringatkan Pemegang Konsesi
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Gempa Flores Rusak 4.914 Rumah di Ngada, Ribuan Warga Mengungsi di 81 Titik
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.