PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) membuka peluang peningkatan kapasitas kilang menyusul potensi tambahan pasokan gas dari sisi hulu hingga 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Tambahan gas tersebut berasal dari temuan cadangan baru dari Lapangan South Senoro dan Matindok. Jika alokasi gas tambahan diberikan kepada DSLNG, perusahaan memastikan siap menyerap dan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia.
Plant Deputy General Manager PT Donggi Senoro LNG, Sugianto Darsani, mengatakan DSLNG telah menyiapkan skenario peningkatan kapasitas apabila tambahan pasokan tersebut terealisasi.
“DS kita siap. Jadi kalau ada penambahan sampai 100 million scaf, kita siap apabila memang nanti harga gasnya masuk,” ujar Sugi di fasilitas kilang DSLNG, Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (20/8/2026).
Menurut Sugi, kajian ekspansi telah dilakukan sejak 2022 sebagai langkah antisipasi apabila terdapat tambahan pasokan dari hulu. Saat itu, DSLNG telah menyiapkan opsi peningkatan kapasitas antara 70 hingga 100 MMSCFD.
“Di 2022 kita sudah melakukan studi untuk ekspansi apabila upstream menemukan gas baru. Kita sudah punya ancang-ancang,” katanya.
Potensi tambahan pasokan muncul setelah adanya temuan sumur baru dari dua sumber pemasok, yakni Lapangan South Senoro dan wilayah Matindok yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Saat ini, DSLNG mengolah gas dengan pasokan rata-rata sekitar 335 MMSCFD. Sebanyak 250 MMSCFD berasal dari Lapangan Senoro yang dikelola Joint Operating Body (JOB) Senoro-Toili, sedangkan sekitar 85 MMSCFD berasal dari Lapangan Donggi dan Matindok melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok.
Apabila tambahan pasokan diberikan, DSLNG tidak berencana langsung membangun train baru. Perusahaan akan lebih dulu mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada dengan menambah sejumlah infrastruktur pendukung.
“Tidak seluruhnya perlu satu train baru. Ada peralatan kita yang masih mampu. Yang dibutuhkan nanti penambahan tangki dan kompresor,” jelas Sugi.
Menurutnya, pendekatan tersebut lebih efisien karena beberapa fasilitas utama masih memiliki kapasitas yang cukup, termasuk unit dehidrasi untuk mengurangi kadar air dalam gas.
Baca Juga: Kebutuhan LNG Domestik Naik, DSLNG Alokasikan 15 Kargo untuk PGN pada 2026
Baca Juga: Optimalisasi Gas Suar, DSLNG Catat Penghematan Rp7,8 Miliar per Tahun
Namun, peningkatan kapasitas tetap bergantung pada kepastian pasokan gas
Adapun kepastian tambahan alokasi gas masih menunggu keputusan pemerintah. Proses penetapan pembagian gas diperkirakan baru berlangsung pada 2028.
''2028 itu pembagian gasnya kan belum anu dari pemerintah. Jadi kalau memangnya nanti dinaikkan kemudian naik 100 atau 70 dari yang sekarang kita siap,'' tutupnya.





