Citi optimistis terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI) ke depan di bawah kepemimpinan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia definitif.
IDXChannel - Citi Indonesia menyatakan optimismenya terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI) ke depan di bawah kepemimpinan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia definitif.
Bank sentral dinilai konsisten menjaga stabilitas moneter melalui berbagai terobosan pasar valuta asing dan kesinambungan kebijakan di tengah dinamika global yang menantang.
Pencalonan Destry Damayanti dipandang memberi kepastian positif bagi pelaku pasar berkat rekam jejaknya dalam memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional. Otoritas moneter juga dinilai responsif menghadirkan berbagai instrumen baru untuk memitigasi volatilitas nilai tukar dan memperluas digitalisasi transaksi.
"Mengenai pencalonan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia, kami tentu mendukung peningkatan stabilitas. Kemarin di Rapat Dewan Gubernur banyak terobosan baru untuk stabilitas valas, seperti concessionary swap yang diekspansi untuk FDI (foreign direct Investment) dan pinjaman luar negeri, serta terobosan melalui Kartu Kredit Indonesia dan QRIS," ujar CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Selain instrumen devisa, perhatian bank sentral terhadap likuiditas perbankan turut diapresiasi melalui kelanjutan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Langkah ini ditujukan untuk menjaga daya dorong perbankan sehingga ekspansi penyaluran kredit yang berada di kisaran 13 persen dapat terus berkesinambungan.
Keberlanjutan bauran kebijakan moneter dan fiskal dinilai menjadi fondasi utama dalam meredam rambatan risiko global ke perekonomian domestik. Batara menekankan pentingnya sinergi otoritas dalam mengantisipasi pergeseran arah suku bunga di negara-negara maju serta fluktuasi harga komoditas utama dunia.
"Kami melihat adanya continuity of policy di mana kerja sama moneter dan fiskal diharapkan makin baik menghadapi tantangan global. Terlebih, dinamika hingga akhir tahun masih dipengaruhi perkembangan ekonomi di AS dan Eropa, pergerakan harga minyak, yield US Treasury, serta implikasinya terhadap potensi easing di emerging markets," jelas Batara.
Tingginya frekuensi peluncuran kebijakan baru dan ketidakpastian pasar internasional menuntut Bank Indonesia untuk terus memelihara saluran komunikasi yang intensif dengan komunitas pemodal mancanegara. Pemahaman yang mendalam mengenai arsitektur pasar modal menjadi nilai tambah penting bagi pucuk pimpinan bank sentral.
Pengalaman interaksi yang luas dinilai menjadi modal kuat bagi Destry dalam menjembatani kepentingan otoritas dengan para pelaku pasar keuangan global. Citi Indonesia mencatat komunikasi langsung yang terbangun selama ini berjalan sangat efektif dalam mengikis keraguan investor asing terhadap prospek investasi di Tanah Air.
"Destry Damayanti cukup mengenal baik pasar modal dan dekat dengan komunitas investor internasional, di mana kami sendiri sering membawa investor global untuk berdiskusi dengan beliau. Kondisi saat ini memang membutuhkan komunikasi yang intensif dari Bank Indonesia kepada pasar keuangan agar kepercayaan pasar tetap terjaga," kata Batara. (Febrina Ratna Iskana)





