Pemkot Jakarta Timur Dorong Gen Z Cintai Budaya Betawi Lewat Pendekatan Kreatif

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong Generasi Z semakin mencintai seni dan budaya Nusantara, khususnya budaya Betawi sebagai kearifan lokal Jakarta, melalui pendekatan baru yang kreatif dan mengikuti perkembangan zaman.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto mengatakan metode pelestarian budaya perlu disesuaikan dengan karakter generasi muda dan tidak cukup hanya mengandalkan cara-cara konvensional.

"Melestarikan budaya di era Gen Z tentu membutuhkan cara-cara yang baru dan kreatif. Tidak hanya menggunakan pendekatan konvensional," ungkap Kusmanto.

Libatkan Pelajar dalam Dialog Seni dan Budaya

Salah satu upaya Pemkot Jakarta Timur mendekatkan seni dan budaya kepada Generasi Z dilakukan melalui kegiatan "Dialog Membangun Semangat Cinta Seni Budaya Kota Administrasi Jakarta Timur".

Kegiatan yang diinisiasi Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jakarta Timur tersebut melibatkan Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur serta siswa dan siswi tingkat SMA.

Menurut Kusmanto, seni dan budaya Nusantara, terutama kearifan lokal Jakarta, tidak boleh hanya dipandang sebagai bagian dari sejarah masa lalu atau sesuatu yang sudah usang dan hanya layak ditempatkan di museum.

"Budaya adalah identitas, karakter, dan jiwa suatu bangsa," kata Kusmanto.

Ia menekankan kecintaan terhadap budaya juga perlu berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap Kota Jakarta yang diwujudkan melalui perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi muda didorong menjaga lingkungan, memilah sampah, tidak terlibat tawuran, serta menjauhi narkoba sebagai bagian dari kontribusi terhadap perkembangan Jakarta menjadi kota global yang tetap memiliki karakter dan budaya.

Gen Z Didorong Mengenal Budaya Betawi Secara Menyeluruh

Kusmanto juga mendorong generasi muda memahami budaya Betawi secara lebih menyeluruh, mulai dari adat istiadat, kuliner, pakaian, hingga nilai keguyuban dalam kehidupan sosial masyarakatnya.

"Jadi, mereka harus mengerti budaya Betawi bagaimana ada istiadat, kulinernya, pakaiannya dan bagaimana keguyuban budaya Betawi," ujar Kusmanto.

Pemkot Jakarta Timur berharap dialog tersebut menjadi sarana menggali berbagai ide baru sekaligus menemukan formulasi yang tepat untuk mengembangkan dan memperkenalkan seni budaya lokal kepada generasi muda.

Seni dan budaya lokal diharapkan dapat dikemas menjadi sesuatu yang keren dan sesuai perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Pengembangan tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi kreatif yang tinggi sekaligus memperluas ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal.

Kusmanto berharap para siswa semakin memahami seni dan budaya Betawi yang telah diwariskan secara turun-temurun meskipun mereka tidak berasal dari keluarga keturunan Betawi.

Generasi muda yang lahir atau tumbuh besar di Jakarta diharapkan tetap mengenal budaya Betawi sebagai kearifan lokal kota tempat mereka tinggal.

"Harapannya dengan adanya kegiatan ini siswa mengerti tentang seni dan budaya Betawi. Budaya Betawi ini yang sudah turun menurun, walaupun mungkin mereka orang tuanya bukan keturunan Betawi, tetapi mereka besar di Jakarta," ungkap Kusmanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham-Saham Bank Kompak Menguat, TopangIHSG di Zona Hijau
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mengapa Arab Saudi Blokir DP Haji 2027 hingga Bikin Indonesia Kirim Nota Keberatan?
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Gus Ipul Ungkap 2 Opsi Pemilihan Ketum PBNU: Keputusan di Muktamar
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Deretan Sentimen Ini Diprediksi Kurangi Tekanan pada Nilai Tukar Rupiah di Akhir 2026
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Kebakaran Hanguskan 15 Rumah di Paseban Jakpus, Api Muncul dari Lantai Atas
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.