VIVA – Kisah masa kecil Nunung Srimulat ternyata jauh dari kehidupan anak-anak pada umumnya. Sejak usia dini, komedian bernama asli Tri Retno Prayudati itu sudah terbiasa hidup berdampingan dengan pemakaman. Bahkan, makam bukan hanya menjadi tempat yang ia kenal, tetapi juga pernah menjadi lokasi bermain hingga tempatnya tertidur saat kecil.
Pengalaman tersebut diceritakan Nunung ketika mengenang kehidupan masa kecilnya. Ia mengaku rumahnya berada sangat dekat dengan area pemakaman sehingga suasana makam sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
“Oh rumah saya tuh di belakang tuh pemakaman besar, terus di sebelah kanan rumah tuh pemakaman besar dan pemakaman yang masih aktif dan udah terbiasa dengan kehidupan di dekat kuburan,” ungkap Nunung yang dikutip dari YouTube Malam Mencekam pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat Nunung tidak merasa takut berada di sekitar makam. Justru sejak kecil, ia sudah terbiasa melakukan berbagai aktivitas di kawasan tersebut, termasuk mencari penghasilan tambahan.
Nunung kemudian menceritakan salah satu pengalaman yang paling membekas ketika dirinya berusia sekitar sembilan tahun. Sepulang sekolah, ia tidak langsung bermain seperti anak-anak seusianya. Nunung justru mengambil peralatan untuk membersihkan makam.
“Saya kan waktu umur 9 tahun tuh kembali lagi ya nih kembali ke masa dulu waktu umur 9 tahun itu saya bekerja terus saya kalo pulang sekolah saya ngambil sapu ngambil cikrak (pengki) udah ke pemakaman nyari uang untuk membersihkan makam. Siapa yang mau ziarah ke situ saya bersihin tempat makamnya,” ungkapnya lagi.
Ia membersihkan area makam, mencabut rumput, hingga membantu orang-orang yang datang untuk berziarah. Dari pekerjaan sederhana tersebut, Nunung bisa mendapatkan uang.
“Saya cabut-cabutin rumput, saya itu dapat uang lah dan itu lumayan, apalagi kalo mau bulan puasa itu kan rame banget ya,” tuturnya.
Kebiasaan itu membuat Nunung semakin terbiasa dengan lingkungan pemakaman. Baginya, makam bukan sesuatu yang menyeramkan karena sejak kecil tempat tersebut memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Dengan kebiasaan kehidupan makam itu buat saya itu nggak ada yang menakutkan gitu loh,” katanya.





