BANJARBARU, KOMPAS.TV - Warga Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Erli Santi, mengungkap kondisi di lokasi tempat tinggalnya yang dilanda kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Erli mengaku kabut asap itu sampai masuk ke dalam rumah dan menganggu aktivitasnya sehari-hari.
"24 jam kami di sini menghirup asap. Setiap pagi mulai kabut, enggak ada kelihatan apa-apa," katanya di Banjarbaru, Kamis (20/8/2026), dalam program Kompas Petang KompasTV.
Erli mengatakan setiap hari kabut asap masuk ke rumahnya. Ia karena itu harus mengenakan masker saat beraktivitas sehari-hari, bahkan di dalam rumah sekali pun.
"Kabut asapnya itu masuk ke rumah. Mengganggu aktivitas," ucap Erli.
Tidak hanya itu, Erli mengatakan, jarak pandang juga terganggu akibat kabut asap tersebut. Menurutnya, kabut asap itu juga menyebabkan mata pedih.
Lebih lanjut, Erli menceritakan aktivitas anak-anak sekolah di lokasi tempatnya tinggal saat kabut asap melanda. Ia mengatakan anak-anak berangkat ke sekolah lebih siang, menunggu kabut asap hilang terlebih dahulu.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla di Banjarbaru Jadi Penyebab Kecelakaan, Warga Inisiatif Atur Lalu Lintas
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid, mengungkapkan ada ratusan hektare lahan yang terbakar di Banjarbaru.
Setiap hari, kata dia, terjadi kebakaran baik skala kecil, menengah, maupun besar.
"Terkait dengan kabut asap yang tadi diberitakan di awal, memang dalam beberapa hari ini ada eskalasi kebakaran," ucap Harun.
Harun mengatakan kebakaran terjadi di daerah Landasan Ulin Selatan, Landasan Ulin Tengah, dan Landasan Ulin Timur.
Ia mengungkap di daerah itu terdapat puluhan hektare lahan gambut sehingga menimbulkan kepulan asap lumayan tebal.
Baca Juga: Pantauan Udara Karhutla di Kutai Kartanegara, Warga Sempat Diungsikan | SAPA MALAM
Harun mengungkap selama dua hari terakhir, indeks polusi udara juga buruk berkisar antara 170-an mikrogram per meter kubik sampai 480-an mikrogram per meter kubik.
"Sehingga kategorinya memang sudah sangat-sangat tidak layak, tidak sehat, kalau kategorinya hitam," kata Harun.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kabut asap
- karhutla
- banjarbaru
- kalsel
- warga
- bpbd





