Liputan6.com, Jakarta - Polres Mimika mengirim personel ke Distrik Jila untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), menyusul dugaan penyanderaan terhadap sembilan perempuan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, pihaknya telah mengirim personel Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP di Distrik Jila.
Advertisement
"Hari ini kami sudah mengirim personel dan besok juga akan dilakukan pengiriman lagi, personel itu terdiri dari Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP," tutur Alredo, dikutip Jumat (21/8/2026), seperti dilansir dari Antara.
Ia mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Jila pascakejadian penculikan terhadap sembilan perempuan dan penembakan terhadap salah satu orang tua korban pada 17 Agustus 2026 kini berangsur mereda.
"Pascakejadian situasi masih landai tidak ada terjadi hal-hal lain, namun kami tetap waspada termasuk dalam pelaksanaan olah TKP dan pengejaran terhadap para pelaku," jelas dia.
Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Distrik Jila tersebut belum dapat dikategorikan sebagai penyanderaan. Polisi lebih melihatnya sebagai tindakan penculikan lantaran kelompok bersenjata yang membawa paksa para korban tidak menyampaikan tuntutan apa pun setelah kejadian.
"Kami tidak bisa bilang itu penyanderaan, tapi penculikan karena tidak ada tuntutan yang diberikan. Kalau sandera kan harus ada tuntutan, kalau kategori penyanderaan belum bisa dikatakan penyanderaan," ungkap dia.




