Asap Karhutla Makin Parah, Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Barat Terpaksa Dibatalkan

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan kebakaran dan asap Karhutla  yang terjadi di Kalimantan Barat mengakibatkan sejumlah penerbangan dibatalkan karena mengganggu jarak pandang.

"Memang tadi seperti di Kalimantan Barat, ada pembatalan penerbangan karena asap di sana sudah cukup mengganggu jarak pandang. pandang yang sudah tidak memungkinkan. Jadi memang pada beberapa titik agak sedikit, khususnya di Kalimantan ya, Kalimantan Barat itu agak sedikit menghambat," kata Dudy, Jumat, 21 Agustus 2026.

Meski demikian, ia belum mengungkapkan jumlah penerbangan yang dibatalkan.

"Wah, saya belum di-update. Berapa ada, nanti kita lihat kondisinya," ujar Dudy.

"Ya yang di Kalimantan Barat, yang saya tahu Supadio ya. Nanti saya mesti update lagi dan untuk titik-titiknya. Tapi yang pasti bahwa informasi dari BMKG itu akan sangat membantu kita untuk memantau situasi," sambungnya.

Dudy mengimbau kepada maskapai untuk berhati-hati dan memonitor informasi dari BMKG.

"Ya kita mengingatkan kepada seluruh airline untuk berhati-hati, selalu memonitor informasi dari BMKG terkait dengan cuaca. Itu yang paling penting," imbuhnya.

Sebegaimana diketahui,Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyasar sejumlah titik di pulau Kalimantan.

Asap tebal karhutla itu pun berdampak pada jam sekolah, penerbangan, hingga kualitas udara yang masuk kategori bahaya.

Bukan hanya di Indonesia, Malaysia pun turut menutup sejumlah sekolahnya imbas kebakaran di Kalimantan Barat.

108 sekolah di Serian negara bagian Sarawak, Malaysia, tutup karena kabut asap yang memburuk imbas kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia.

Penutupan dilakukan setelah Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index/API) mencatat kualitas udara melebihi 200.

Komite Manajemen Bencana Sarawak kemudian menyatakan selama penutupan murid akan belajar di rumah agar mereka tak terganggu.

Indeks Polusi Udara Malaysia mengklasifikasikan angka 0-50 sebagai kualitas udara sehat, 50-100 masuk kategori sedang, 101-200 tak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk dalam kategori bahaya.

Komite itu mencatat kualitas udara di Sarawak menunjukkan tren peningkatan sejak 1 Agustus.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Gempa NTT: Korban Meninggal jadi 78 Orang, Pengungsi Juga Bertambah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Wakil Ketua MPR Tegaskan Perjuangan Kesetaraan Perempuan Agenda Peradaban Bangsa
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Kementerian PU Realisasikan Anggaran Rp65,65 Triliun, Irigasi dan Konektivitas Jadi Prioritas
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Beli Mobil Bekas Kini Tak Cukup Cuma Test Drive
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
BREAKING! KPK OTT Rektor UNSOED Perkara Penerimaan Mahasiswa Baru!
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.