Saat Palang Sudah Ditutup, Mengapa Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Masih Terjadi?

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Dua insiden orang tertemper kereta terjadi di lokasi berbeda di Jakarta pada Kamis (20/8/2026) pagi. Keduanya sama-sama terjadi di perlintasan sebidang kereta api.

Di Tebet, Jakarta Selatan, seorang pria lanjut usia berusia sekitar 80 tahun tertemper KRL relasi Bogor-Jakarta Kota di perlintasan sebidang dekat SMA Negeri 37 Jakarta.

Sementara di Kalideres, Jakarta Barat, seorang pelajar SMA berinisial DK (18) tertemper KRL saat mengendarai sepeda motor ketika hendak berangkat sekolah.

Persoalan serupa juga terlihat dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada April 2026. Saat itu, sebuah taksi online mogok di perlintasan sebidang Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur.

Kendaraan tersebut kemudian tertemper KRL hingga memicu rangkaian kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menyebabkan 90 orang luka dan 16 orang meninggal dunia. Polisi kemudian menyatakan pengemudi taksi lalai dalam kejadian tersebut.

Ombudsman RI dalam kajian cepatnya setelah kecelakaan di Bekasi menilai risiko keselamatan di perlintasan sebidang Ampera (JPL 86) sebenarnya telah lama diketahui, tetapi belum diikuti langkah mitigasi yang memadai.

Ombudsman menilai kejadian itu menunjukkan perlunya pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola keselamatan perlintasan sebidang.

Persoalannya kemudian bukan sekadar apakah palang sudah ditutup atau belum.

Pertanyaannya, apakah keselamatan di perlintasan sebidang cukup diserahkan kepada palang, petugas, dan kewaspadaan pengguna jalan?

Baca juga: KAI Commuter Minta Maaf, 2 KRL Tertemper Picu 18 Perjalanan Terganggu

Penataan Perlintasan Sebidang Jadi Kebutuhan

KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Pelintasan sebidang Ampera di Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pasca kecelakaan beruntun yang melibatkan taksi Green SM dengan KRL Cikarang?Jakarta serta tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Jakarta?Cikarang, Kamis (30/4/2026).
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai penanganan perlintasan sebidang tidak semestinya dipandang hanya sebagai proyek konstruksi.

Menurut dia, penanganan perlintasan merupakan investasi keselamatan karena dapat menghilangkan persinggungan langsung antara kendaraan dan kereta api.

Penanganannya dapat dilakukan melalui pembangunan jalan layang atau flyover, underpass, maupun penutupan perlintasan tertentu.

Dengan cara tersebut, potensi kecelakaan akibat kendaraan menerobos palang maupun kendaraan yang berhenti atau mengalami masalah di atas rel dapat dihilangkan dari titik tersebut.

Berdasarkan dokumen Rencana Umum Penanganan Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api dengan Jalan Nasional 2023, terdapat 184 titik persimpangan sebidang yang menjadi perhatian pemerintah. Sebanyak 48 titik disebut telah ditangani hingga akhir 2023, sementara 135 titik lainnya masih dikategorikan belum tertangani dan tersebar di Jawa serta Sumatera.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penanganan 135 titik Jalur Perlintasan Langsung (JPL) tersebut secara bertahap pada periode 2025-2039.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terjebak dalam Mercy Terbakar Usai Tabrak Truk, Dua Tewas
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Metrodata Ungkap Era Kejar Adopsi AI Sudah Lewat, Kini Fokus ke Dampak Bisnis
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gempa Susulan Flores Tembus 4.258 Kali, BMKG Prediksi Masih Berlangsung
• 6 jam laludisway.id
thumb
Waspadai DBD di Tengah Kemarau, DKI Intensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk
• 10 jam laludetik.com
thumb
Penampakan DPO Basri Saat Digiring ke Bareskrim: Tangan Diborgol
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.