Penguatan Self-Care dan Resilience Tenaga Kesehatan Jadi Kunci Pelayanan Berkualitas di Unhas

harianfajar
11 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan pentingnya pengembangan self-care dan ketangguhan diri (resilience) sebagai fondasi utama dalam menjalankan profesi kesehatan yang berkualitas dan berorientasi kemanusiaan. Hal ini disampaikan dalam Studium Generale yang menghadirkan Prof. Dr. Ah. Yusuf, S.Kp., M.Kes., dosen dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, pada Selasa (18/8) di Baruga A.P. Pettarani, Makassar.

Prof. Ah. Yusuf menjelaskan bahwa tenaga kesehatan harus mampu merawat diri sendiri terlebih dahulu sebelum mampu merawat orang lain. “Caring with me penting ketika kita mengawali segala sesuatu dengan diri sendiri,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kesiapan fisik dan kemampuan mengelola diri sangat diperlukan agar tenaga kesehatan dapat memberikan respons yang tepat terhadap beragam kondisi pasien serta mempertahankan kualitas pelayanan.

“Urutannya adalah dari kita mampu merawat diri sendiri sehingga kita mampu merawat orang lain,” katanya menegaskan. Dalam konteks ini, penguasaan keterampilan intelektual, teknikal, dan interpersonal harus dikembangkan secara seimbang bersama sikap caring.

Lebih lanjut, Prof. Yusuf menggarisbawahi pentingnya resilience sebagai kemampuan bertahan dalam menghadapi tekanan dan tuntutan pekerjaan yang kompleks di bidang kesehatan. “Resilience itu penting untuk bertahan,” bebernya. Ia juga menekankan bahwa profesionalisme tenaga kesehatan tidak hanya soal keterampilan, tetapi juga mempertahankan nilai kemanusiaan dengan melihat pasien sebagai manusia utuh yang memiliki pengalaman dan kebutuhan khusus.

“Kalau kita bisa menata hati dan niat, maka akan bermanfaat dan menjadi pengembangan profesionalisme serta pengabdian kepada kemanusiaan,” jelasnya. Ia pun mengingatkan mahasiswa agar selalu memiliki kemauan belajar dan terbuka terhadap keterbatasan pengetahuan demi mendukung perkembangan profesional dan orientasi pengabdian.

Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Prof. Dr. Elly Lilianty Sjattar, S.Kp., M.Kes., menggarisbawahi bahwa pemahaman tentang caring harus dibangun sejak proses pendidikan. “Sebelum ke lingkungan, teman, dan keluarga, sebaiknya terlebih dahulu kepada diri sendiri,” pesannya. Ia juga menyampaikan kerja sama dengan mitra pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit Tajuddin Chalid untuk pengembangan pendidikan spesialis keperawatan medikal bedah pada tahun ini.

Kerja sama ini bertujuan memperluas ruang pembelajaran mahasiswa sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dan profesionalisme tenaga keperawatan. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., turut mengapresiasi upaya Fakultas Keperawatan dalam mendorong pengembangan akademik dan prestasi mahasiswa.

“Nilai ini juga berkaitan dengan pengembangan lingkungan kampus melalui Unhas Healthy, yang mendorong perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika,” kata Prof. JJ. Melalui Studium Generale ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa kompetensi tenaga kesehatan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan personal dalam menghadapi dinamika pelayanan kesehatan yang menuntut empati, komunikasi, dan ketangguhan diri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Wakil Rektor Unsoed Ikut Ditangkap dalam OTT KPK
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Yang Akan Datang Bisa Lebih Indah
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wejangan Umuh Muchtar Jelang Persib Tampil di ACL-2, Minta Maung Bandung Jaga Kekompakan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Ditangkap KPK, Rektor Unsoed Punya Harta Rp 3,12 Miliar
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Mendadak Bambang Pamungkas Pakai Jersey Baru Selangor FC, Bakal Merumput Lagi?
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.